Begini Nasib Perempuan yang Ditangkap Gegara Arisan Online di Kota Jambi, Diancam Hukuman Ini

Nur Cahaya mengajak beberapa orang untuk ikut arisan online di facebook dengan menjanjikan keuntungan 50 hingga 100 persen.

Begini Nasib Perempuan yang Ditangkap Gegara Arisan Online di Kota Jambi, Diancam Hukuman Ini
TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Nur Cahaya terdakwa pelaku penipuan arisan online saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gara-gara arisan online, perempuan itu hanya bisa tertunduk ketika penasehat hukumnya membacakan pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi beberapa waktu lalu.

Nur Cahaya hanya mendengarkan penasihat hukumnya, Huminca Tobing membacakan pledoinya, Kamis (18/10/18).

Dalam pledoinya, Huminca memohon agar majelis hakim PN Jambi memberikan keringanan terhadap kliennya.

"Bahwa terdakwa sudah mengakui kesalahannya, terdakwa berjanji tidak mengikuti arisan online lagi, terdakwa juga mempunyai anak yang masih membutuhkan seorang ibu," Huminca membacakan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi, Arnold Saputra menuntutnya dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan.

Baca: Jadwal dan Link Live Streaming Denmark Open 2018 - Tontowi/Butet Pembuka Laga Wakil Indonesia

Selanjutnya, majelis hakim yang diketuai Franciscus Arkadeus Ruwe akan kembali menggelar sidang pada Kamis (25/10/18) dengan agenda pembacaan vonis.

Sebagai informasi, Nur Cahaya mengajak beberapa orang untuk ikut arisan online di facebook dengan menjanjikan keuntungan 50 hingga 100 persen.

Keuntungan itu diperoleh, karena uang arisan yang dikumpulkan akan dia kelola di sebuah koperasi di Jakarta.

Baca: Usai Disiksa dan Dimutilasi, Tubuh Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi Dilarutkan dalam Zat Ini

Baca: Liga 1 - Susunan Pemain dan Link Live Streaming Borneo FC vs PSM Makasar, Kick Off 15.30

Namun, apa yang dia janjikan tak ditepati, sehingga satu di antara peserta arisan, Ariyanti mengaku menderita kerugian sekitar Rp 5,1 juta. Kerugian itu diakibatkan karena terdakwa baru mengembalikan uang sejumlah Rp 11,2 juta dari total Rp 16,3 juta yang disetorkan korban.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 45 A ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo pasal 28 ayat 1 UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penulis: Mareza
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved