Jalan Rusak

Ini Tanggapan Kadis PU Muarojambi Terhadap Kerusakan Jalan di Lorong Gotong Royong

Keluhan masyarakat Kelurahan Tanjung Nangko, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kab. Muarojambi terhadap akses jalan yang disebut

Ini Tanggapan Kadis PU Muarojambi Terhadap Kerusakan Jalan di Lorong Gotong Royong
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Masyarakat Kelurahan Tanjung Nangko, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, mengeluhkan kondisi Jalan Gotong Royong yang rusak. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Keluhan masyarakat Kelurahan Tanjung Nangko, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kab. Muarojambi terhadap akses jalan yang disebut belum tersentuh oleh tindakan pemerintah Kab. Muarojambi, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas PU Kab. Muarojambi, Yultasmi.

Saat dikonfirmasi Tribunjambi.com Yultasmi mengatakan, jika panjang jalan kurang dari 1 Km dan lebar kurang dari 5 Meter maka dapat diatasi melalui Dana Desa.

Baca: Hari Ini Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Kandung di Batanghari Jalani Sidang Putusan

Selain itu terkait apakah akan dilakukan dengan upaya program Gerakan Sapu Lubang, Yultasmi katakan bahwa program GSL tersebut yang mengajukan (Lokasi Skala Prioritas) adalah Kades beserta Camat.

"Panjang Jalan Kabupaten kita Sekitar 1.100 KM, data ini diluar Jalan RT/Jalan dalam Desa/jalan dalam Kawasan Pemukiman, dengan sumber daya yang ada di alokasikan," ucapnya.

Masyarakat Kelurahan Tanjung Nangko, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kab. Muarojambi mengeluhkan akses jalan yang tepatnya berada di Jalan gotong-royong yang rusak.

Keluhan ini karena jalan tersebut belum tersentuh perbaikan, sehingga seperti dikatakan oleh Andi, warga setempat jika musim hujan jalan tersebut licin dan jika musim panas berdebu.

“Iya saya di sini dari tahun 2014, tapi sampai saat ini belum ada sentuhan dari pemerintah Kab. Muarojambi, kalo hujan kayak mandi lumpur, kalo panas kami kayak sedot debu, itu lah yang kami rasokan,” ujarnya.

Baca: Wakil Bupati Syahlan Tanggapi Pembongkaran Stand Kecamatan Sebelum Waktunya

Baca: Pameran Belum Ditutup, Stand Pameran Kecamatan Sudah Dibongkar

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa setiap tahun PU hanya mampu menangani secara optimal sekitar 2 persen panjang jalan. Untuk itu, peran masyarakat dan juga desa sangat dibutuhkan.

"Karena inilah maka peran serta atau partisipasi masyarakat/mengalokasikan Dana Desa untuk membangun Infrastruktur Desa/RT sangat diperlukan," sebutnya.

"Ijinkan kami secara maksimal untuk fokus membangun Infrastruktur Jalan Antar Kecamatan dan antar Desa," sambungnya.

Penulis: syamsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved