Dunia Maya

Gara-gara Postingan Foto dan Kalimat Tak Pantas di FB, Warga Maro Sebo Ini Terancam Dibui

Pengadilan Negeri Muarojambi melakukan sidang perdana dalam perkara penyalahgunaan media sosial atau ITE. Adapun dalam perkara

Gara-gara Postingan Foto dan Kalimat Tak Pantas di FB, Warga Maro Sebo Ini Terancam Dibui
TRIBUN JAMBI/SAMSUL BAHRI

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pengadilan Negeri Muarojambi melakukan sidang perdana dalam perkara penyalahgunaan media sosial atau ITE. Adapun dalam perkara ini yang menjadi terdakwa adalah Irfan Muhammad. Irfan Muhammad merupakan warga Desa Setiris, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi

Agenda sidang perdana ini yaitu pembacaan dakwaan dan mendengarkan keterangan saksi. Adapun saksi yang hadir dalam persidangan ini yaitu korban, ayah korban, pacar korban, pacar terdakwa, dan sepupu terdakwa.

Baca: 40 Siswa SMK se-Indonesia Ikuti Honda Skill Contest

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Korban yaitu Selly, kejadian awal tersebut adalah saat ia mendapat screnshoot atau potongan posting Facebook dari pacarnya.

"Tau postingan itu dari kiriman screnshoot, itu dari pacar saya, dan pacar saya dapat itu dari sepupunya si Irfan. Di facebook saya juga tidak berteman dengan dia, tapi katanya setelah 1 jam-an, postingannya dihapus," ujarnya.

Dalam postingan tersebut ada sebagian dari caption postingan yang turut memposting foto selly dan pacarnya, ada kata-kata yang tidak pantas. Dikatakan oleh Selly bahwa kata-kata yang tidak pantas tersebut membuatnya marah dan merasa sudah di cemarkan nama baiknya.

"Saya sudah tanya sama Irfannya, tapi dia bilang dia karena dia kesal sama saya. Saya juga tidak tahu kenapa dia kesal, saya dengan dia itu baik-baik aja, jarak rumah saya dengan dia juga tidak jauh," ucapnya.

Baca: Fasha Tugaskan Pelaksana Tugas Untuk Jabatan Sekretaris Dewan

Baca: Yamaha Lexi Dinobatkan Jadi Best Bike Of the Year 2018

Kemudian, karena tidak ada itikad baik dari Terdakwa untuk meminta maaf, Selly dan keluarganya mendatangi Polres Muarojambi, untuk melaporkan kejadian tersebut dengan laporan pencemaran nama baik.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yuda mendakwa Irfan Muhammad dengan dakwaan primer dan subsider. Untuk primer yaitu pasal 45 ayat 1 dan Subsider Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 Ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Primer yaitu pasal 45 ayat 1, paling lama 6 tahun, dan Subsider pasal 45 ayat 3, Paling lama 4 tahun,"jelasnya

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved