Diminta Lengkapi Izin Pembuangan Limbah, Pihak PT Huma Indo Kelapa Sebut Terkendala Konsultan

Sebagai perusahaan yang bergerak pada pengolahan kelapa yang bakal beroperasi di Kabupaten Tanjabtim, Pihak PT Huma Indo

Diminta Lengkapi Izin Pembuangan Limbah, Pihak PT Huma Indo Kelapa Sebut Terkendala Konsultan
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sebagai perusahaan yang bergerak pada pengolahan kelapa yang bakal beroperasi di Kabupaten Tanjabtim, Pihak PT Huma Indo Kelapa berkomitmen menyelesaikan Izin pembuangan limbahnya seperti yang dipinta oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjabtim.

Seperti diberitakan Tribunjambi.com sebelumnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) meminta kepada PT Huma Indo Kelapa agar melengkapi izin pembuangan limbahnya. Karena perusahan ini belum memiliki izin limbah tersebut.

Baca: Kisah Hilangnya Sopir Travel asal Jambi, Hingga Ditemukan Warga Muba Sumsel di Sungai

Bahkan pihak DLH telah menyurati pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan perizinan pembuangan limbah yang dimaksud, sebelum perusahaan tersebut beroperasi.

Pihak PT Huma Indo Kelapa, melalui Humasnya Baqot saat ditemui Tribunjambi.com, Selasa (16/10) memyampaikan kini pihaknya tengah berupaya menyelesaikan proses perizinan limbah yang dipinta pihak DLH tersebut.

"Saat ini dalam proses, karena untuk mencari konsultan untuk mengakaji itu agak susah. Tapi mungkin dalam waktu satu minggu ini kami akan menghadap DLH, tapi kami akan mendengar informasi dari konsultan dulu," kata Baqot.

Bahkan untuk mempercepat penyelesaian perizinan tersebut pihak PT Huma bersedia menggunakan jasa konsultan yang direkomendasi DLH. "Kita siap, seandainya jika ada konsultan yang ditunjuk oleh DLH kita siap memakainya," tambah Baqot.

Baca: Gara-gara Postingan Foto dan Kalimat Tak Pantas di FB, Warga Maro Sebo Ini Terancam Dibui

Baca: 40 Siswa SMK se-Indonesia Ikuti Honda Skill Contest

Selain itu Baqot juga menyebutkan pihaknya terlebih dahulu menyiapkan berbagai perlengkapan seperti lay out pipa, kolam tempat pembuangan limbah, baru menghadap DLH . "Kita inikan baru dan belum produksi, seandainya tidak ada tempat pembuangan limbah, terus berapa banyak air yang dibutuhkan. Apa yang mau dikaji," ujarnya.

Baqot pun mengakui jika pihaknya telah menerima surat teguran dari DLH dan memberikan tanggapan meskipun tidak melalui surat. "Kita pasti menindaklajuti surat itu, tapi kan ini prosesnya masih berjalan," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved