Kritik Pernyataan Prabowo, Cak Imin: Ya Persepsi Itu karena Tidak Paham Persoalan

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengkritik pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Kritik Pernyataan Prabowo, Cak Imin: Ya Persepsi Itu karena Tidak Paham Persoalan
TRIBUN KALTIM/NALENDRO PRIAMBODO
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, berorasi kebangsaan di hadapan ratusan perwakilan santri, kyai dan nyai, se-Kaltim, di Pondok Pesantren Al-Muttaqin, Balikpapan, Selasa (3/4/2018). Kehadiran Cak Imin untuk dalam rangka deklarasi sekaligus menerima mandat dari kalangan Nahdiyin untuk maju sebagai calon wakil presiden 2019 nanti. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengkritik pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang menyebut Indonesia menjalankan ekonomi kebodohan.

Cak Imin menilai, Prabowo tak memahami persoalan ekonomi yang terjadi saat ini secara utuh.

"Ya persepsi itu karena tidak paham persoalan," kata dia, di sela-sela pertemuannya dengan kader dan simpatisan PKB, di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Baca: Deretan Zodiak Ini Dianggap Paling Kejam, Merasa Tak Bersalah Saat Menyakiti Orang Lain

Muhaimin mengakui bahwa realitas perekonomian secara global cenderung sulit.

Meski demikian, ia menilai strategi pemerintahan Presiden Joko Widodo menjaga stabilitas ekonomi harus disesuaikan dengan dinamika global.

"Konsep Nawacita harus berhadapan dengan realitas ekonomi global yang sulit, harus beradaptasi dengan dinamika dolar. Yang terpengaruh global, tidak hanya Indonesia," ujar dia.

Muhaimin menganggap, langkah pemerintah menyikapi tantangan ekonomi global cukup baik.

Baca: Hendri Sastra Jalani Sidang Perdana Besok, Ini Majelis Hakimnya

Ia menilai, di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, hingga tantangan nilai tukar terhadap dolar, perekonomian nasional dinilainya masih baik.

"Kondisi ekonomi global lagi sakit. Itu tentu berpengaruh. Tapi, alhamdulillah kondisi yang susah ini Indonesia masih punya fundamental ekonomi yang bagus, pertumbuhan terjaga, inflasi tidak mengkhawatirkan," kata dia.

Muhaimin juga menilai, cadangan devisa negara masih cukup kuat.

Halaman
12
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved