KPU Belum Putuskan Nasib Miming

Akan tetapi hasil koordinasi dengan Bawaslu tersebut belum ada yang perkembangan.

KPU Belum Putuskan Nasib Miming
tribunjambi/andika arnoldy
Bawaslu kota Jambi bersama pemerintah menurunkan paksa alat peraga kampanye (APK), Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Komisi pemilihan umum (KPU) Kota Jambi, masih menunggu hasil pengkajian dari Bawaslu Kota Jambi terhadap caleg PBB atas nama Miming Handoko. 

Yatno, komisioner KPU Kota Jambi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian. Namun mereka belum bisa menyampaikan hasil kejutan tersebut. Selain itu pihaknya juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Bawaslu Kota Jambi untuk mendapatkan pertimbangan. 

"Kami sudah mengumpulkan bukti dan keterangan serta mempelajari dasar hukumnya. Termasuk berkoordinasi dengan Bawaslu Kota Jambi," ungkap Yatno, Senin (15/10).

Baca: Diduga Ikut Bantu Kampanye, 13 ASN di Bungo Dilaporkan ke Bawaslu

Akan tetapi hasil koordinasi dengan Bawaslu tersebut belum ada yang perkembangan. Dimana, pihak KPU mengakui meminta pihak Bawaslu melakukan pengkajian. Bukan hanya persoalan Pencalegan Miming semata, tetapi untuk kasus lain yang mungkin terjadi. Sehingga pengambilan keputusan nantinya tidak menimbulkan polemik. 

"Hal ini sudah saya pertanyakan juga dalam rakor bersama dengan KPU Provinsi dan sharing dengan KPU Kabupaten/ Kota lainnya,"kata Yatno.

Baca: Caleg DPR RI Ini Berharap Bawaslu Sosialisasikan Soal Alat Peraga Kampanye

Untuk persoalan Miming Handoko ini menjadi temuan dari KPU. Sebab, belum ada yang melaporkan secara resmi ke KPU. Bahwa Miming Handoko caleg dari partai PBB diduga masih berstatus honorer di salah satu SKPD.

Sebelumnya, Hamdani Ishak, Ketua PBB Kota Jambi, kepada Tribun membenarkan Mimin Handoko caleg mereka yang merupakan mantan tenaga honorer. Tetapi akhir masa kerja Miming Handoko sudah berakhir sejak sebelum 2018 lalu.

“memang Miming Handoko merupakan caleg partai kami,”ungkap Hamdani Ishak, Senin (8/10).

Baca: Ini Klarifikasi Pihak RSUD Ahmad Ripin Atas Dugaan Kelalaian

Namun, terkait statusnya sebagai tenaga honorer di kantor pemerintahan diakuinya itu sudah lalu. Saat ini, status Miming Handoko tidak lagi tenaga honorer. Bahkan, berakhirnya masa kerja atau kontrak caleg mereka itu sebelum tahun 2018.

“Memang ada pihak KPU mengklarifikasi dan memanggil. Lantas kami pertanyakan. Dan diakuinya bahwa kontrak kerjanya sudah berakhir sebelum 2018. Sebelumnya memang pernah kontrak selama tiga tahun,”ungkap Hamdani Ishak.

Baca: Bersama Konjen Singapura, Fasha Buka Basic English Training ASN

Maka, dari keterangan Miming Handoko terhadap partai, dirinya percaya bahwa pencalonan Miming Handoko tidak akan mendapatkan kendala karena tidak ada aturan pencalegkan yang dilanggarnya. (*)

Penulis: dunan
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved