Masih Rencana, Mobil Crane akan Dianggarkan Tahun 2019

Saat ini BPBD Damkar masih kekurangan mobil crane untuk menjangkau bangunan bertingkat. Sehingga saat terjadi kebakaran

Masih Rencana, Mobil Crane akan Dianggarkan Tahun 2019
Tribun Jambi/Rohmayana
Kebakaran di Novita Hotel, Senin (9/4). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Saat ini BPBD Damkar masih kekurangan mobil crane untuk menjangkau bangunan bertingkat. Sehingga saat terjadi kebakaran di gedung tinggi, petugas kesulitan untuk menjangkaunya. Bahkan butuh waktu hingga beberapa hari untuk memadamkan api.

Menanggapi hal ini kepala BPBD Damkar Ridwan mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan pengadaan mobil crane. Namun karena keterbatasan anggaran sehingga pengadaan mobil crane belum dianggarkan.

Baca: Puluhan Ribu Kalong Melintas di Langit Desa Sekernan, Fenomena Apa?

"Mudah-mudahan 2019 ini pemerintah sudah bisa menganggarkan mobil crane," katanya.

Disebutkan Ridwan bahwa mobil crane sangat penting mengingat banyaknya bangunan bertingkat di Jambi saat ini. Namun pihaknya selalu mengimbau para pengusaha terutama yang memiliki gedung tinggi agar lebih perduli terhadap proteksi manajemen kebakaran. Sebab, menurutnya tingkat kepedulian terhadap proteksi kebakaran masih dinyatakan rendah.

“Saat ini sudah mulai peduli, namun masih dikatakan rendah. Kita terus mengimbau para pengusaha, pemilik gedung tinggi untuk lebih perduli dan proteksi gedungnya dari kebakaran. Memeriksa hidrant dan lainnya. Sebab, mengatasi kebakaran ini adalah tanggungjawab kita bersama, bukan saja tugas pemerintah,” katanya.

Ridwan menyampaikan saat ini terdapat 180 personil pemadam kebakaran. Sementara untuk mobil armada terdapat 16 unit, 3 diantaranya dalam keadaan rusak dan 13 bisa dioperasionalkan. Sedangkan untuk pos kebakaran sudah ada 5 pos di masing-masing kecamatan.

Baca: FAJI Merangin Dicoret dari Porprov, Dedi Dirmanstias Bantah Ia Ketua FAJI

Baca: Komika Uus Tirukan Gaya T-Rex saat Stand Up di Jamtos

"Tahun depan akan ada dua penambahan jadi total ada 7 pos pemadam kebakaran," ujarnya.

Disebutkannya jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan dan rasio. Karena berdasarkan luas wilayah dan kepadatan pemukiman ini dinilai masih sangat kurang. Sehingga masih mengupayakan untuk penambahan personel dan armada.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD kota Jambi Junedi Singarimbun mengatakan sudah empat kali pihak legislatif mengusulkan pengadaan mobil crane. Menurutnya anggaran untuk BPBD Damkar senilai Rp 7,9 Miliar tahun 2019. 3,7 gaji yakni untuk keperluan gaji, selebihnya untuk kebutuhan lain.

"Kita berharap sisa anggaran ada yang digunakan untuk pengadaan mobil crane," ujarnya.

Menurutnya pemerintah tidak harus menganggarkan APBD murni untuk pengadaan mobil crane. Karena untuk pengadaan mobil crane dengan tinggi 32 meter sekitar Rp 16 miliar.

"Pemerintah bisa koordinasi dengan bantuan CSR, misalnya dari perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki gedung yang tinggi," katanya.

Baca: Jalan Lingkungan Kampung Baru di Sabak Ulu Butuh Perbaikan

Baca: Pemkab Muarojambi akan Buat Peraturan Bupati tentang Pengelolaan Dana Desa

Baca: Masnah Busro Buka MTQ ke VI Tingkat Kecamatan Tamanrajo

Menurutnya Pemkot Jambi harus berkaca pada kejadian di Hotel Novita beberapa waktu lalu. Bahwa jika tidak memiliki crane maka petugas damkar akan kesulitan dan membutuhkan waktu yang lama untuk memadamkan api.

"Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan beberapa mobil pemadam kebakaran. Sementara gedung tinggi yang ada di Jambi semakin banyak. Kalau memang pemkot tidak mampu menganggarkan untuk pembelian crane maka pembangunan gedung tinggi di kota Jambi juga harus dihentikan," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved