Pasien RSUD Ahmad Ripin Meradang, Istri Sudah Pendarahan Dokter Tak di Tempat, Bayi Tak Selamat

Seorang warga RT 07 Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Heri Andira, dibuat meradang

Pasien RSUD Ahmad Ripin Meradang, Istri Sudah Pendarahan Dokter Tak di Tempat, Bayi Tak Selamat
tribunjambi/samsul bahri
Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti, Kabupaten Muarojambi. (11/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Seorang warga RT 07 Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Heri Andira, dibuat meradang karena pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti, Kabupaten Muarojambi.

Hal ini disebabkan karena si buah hati yang dikandung istrinya, akhirnya meninggal dalam kandungan.

Heri menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu (1/10) lalu. Ia mengunjungi RSUD Ahmad Ripin untuk memeriksakan kandungan Istrinya yang sudah memasuki usia 9 bulan.

"Istri saya masuk ke RSUD Ahmad Ripin pada tanggal (1/10) lalu, sekitar jam 11.00 wib pagi. Saya antar periksa kandungan istri ke dokter kandungan yang memang kalo kontrol saya dengan dokter tersebut, dan dokter bilang istri saya memang mau melahirkan, semuanya baik-baik saja dan bisa melahirkan secara normal," ujarnya.

Lebih lanjut Ia dan istrinya menunggu di ruang kebidanan. Kemudian hingga pukul 15.00 Wib istri mengalami pendarahan terus. Namun bidan tersebut mengatakan bahwa masih bukaan satu.

Lalu Heri meminta ke bidan untuk dilakukan tindakan operasi saja, namun bidan mengatakan dokter yang menangani istrinya itu sudah tidak ada lagi di RS.

"Kalau begitu dirujuk aja ke RS lain saya bilang, tetapi tidak juga kunjung dirujuk. Hingga pukul 17.00 Wib sore setelah saya marah-marah karena melihat kondisi istri saya yang terus melemah karena pendarahan terus, barulah istri saya dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi," sebutnya

Namun, sesampai di RSUD Raden Mattaher dokter yang menangani istrinya mengatakan bahwa pihaknya menyarankan untuk dilakukan operasi guna menyelamatkan istrinya.

"Sampai di RS dokternya menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi saja pak, kita selamatkan nyawa ibunya saja, sebab anak bapak sudah meninggal di dalam kandungan karena terlambat ditangani." jelasnya.

Ia berharap agar pihak RSUD Ahmad Ripin untuk memberikan penjelasan terhadap hal tersebut. Pasalnya anaknya meninggal dalam kandungan diduga karena kelalaian dokter.

"Saya hanya minta penjelasan saja dari pihak RSUD Ahmad Ripin mengenai apa penyebabnya dokter tersebut lama sekali baru memberikan tindakan terhadap istri saya? Pada saat istri saya mengalami pendarahan dokternya kenapa tidak ada di rumah sakit?," pungkasnya.

Sementara itu, tribunjambi.com mencoba meminta klarifikasi hal tersebut kepada Dirut RSUD Ahmad Ripin, Dr ilham mengatakan bahwa pihaknya masih membahas masalah tersebut.

"Masih kami bahas, Jadi belum bisa komentar," ujarnya melalui pesan whatsapp. (*)

Penulis: samsul
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved