BI Jambi dan Bupati Kerinci Tanda Tangani MoU Tentang Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah

Bertepatan dengan Festival 1000 Kopi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi melakulakan penandatangana MoU Kerjasama

BI Jambi dan Bupati Kerinci Tanda Tangani MoU Tentang Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah
ist
Bertepatan dengan Festival 1000 Kopi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi melakulakan penandatangana MoU Kerjasama Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dan Serah Terima PSBI Klaster Kopi di Kabupaten Kerinci, Sabtu (7/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bertepatan dengan Festival 1000 Kopi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi melakulakan penandatangana MoU Kerjasama Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dan Serah Terima PSBI Klaster Kopi di Kabupaten Kerinci, Sabtu (7/10).

Penandatanganan MoU Kerjasama Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah yang berlangsung di lapangan Sepak Bola Desa Mekar Jaya Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci dihadiri langsung oleh Bayu Martanto, selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dan Bupati Kabupaten Kerinci Adirozal. Turut hadir pula Wakil Bupati Kerinci terpilih, Komisi II DPRD Provinsi Jambi, DPRD Kabupaten Kerinci, beserta satuan perangkat kerja daerah lainnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Ariansyah.

Pada acara Festival 1000 Kopi Kerinci turut hadir pihak Sesditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Rektor ISI Padang Panjang Prof. Novesar Jamarun, Kepala OJK Provinsi Jambi Endang Nuryadin, Pakar Ekonomi Universitas Jambi Prof. Hariyadi dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal.

Acara dimulai dengan penyambutan rombongan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dan Bupati Kabupaten Kerinci dengan penampilan silat harimau tanjung dan tari sekapur sirih.

Dikatakan Bayu, MoU ini dalam rangka pengembangan ekonomi daerah jadi bersifat umum. Karena sama-sama lembaga daerah negara tentu mempunyai tujuan akhir yang sama.

Dalam pengembangan ekonomi daerah, bisa mengembangkan potensi daerahnya masing-masing, seperti di Kerinci dengan komoditas kopinya. Saat ini kopi nilai jualnya cukup tinggi dan didikenal luas. Karena kualitasnya juga bahkan sudah ekspor keluar negeri.

Ia berharap seluruh stakeholder yang terkait bisa bersinergi dan bekerjasama. "Kami Bank Indonesia, dalam waktu 3 tahun pencanangan Klaster ini, nanti ada tahap-tahap kegiatan seperti, pengembangan kelembagaan pengembangan untuk petani pendampingan atau studi banding yang tujuannya agar produktivitas meningkat kemudian kapabilitasnya juga meningkat sehingga kesejahteraan petani juga meningkat dan hal tersebut dapat mendorong ekonomi daerah itu yang tujuan yang ingin kita capai," terangnya.

Dikatakannya dalam waktu 3 tahun itu peseta setiap ada kegiatan eh pasti ada perencanaannya kendala apa yang mereka hadapi peluang apa yang mereka bisa ambil dan apa yang sedang mereka punya banyak Sisi yang bisa kita ingin sampai nanti dengan tahun ketiga mereka bisa membesar dan anggota koperasi semakin banyak, karena kopi ini luar biasa dari hulu Ke Hilir dan penikmat kopi banyak,"

Dan banyak juga petani belum tahu produk akhirnya itu seperti apa dengan adanya festival kopi 1000 kelinci. Sebenarnya untuk mengenalkan kepada petani Seperti apa produk akhir yang mereka tanam. Bagusnya kualitas kopi belum tentu para petani menikmati kopi yang mereka tanam kualitas awal itu dari nanam dengan hal tersebut diharapkan menaikkan bisa terpacu menghasilkan produk kopi yang berkualitas.

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved