Penyalahgunaan Narkotika

Dituntut Empat Tahun dan Denda Rp 800 Juta, Rahmat Sampaikan Pledoi

Usai dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati beberapa waktu lalu, Rahmat Hidayat akhirnya menyampaikan nota pembelaan

Dituntut Empat Tahun dan Denda Rp 800 Juta, Rahmat Sampaikan Pledoi
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Ilustrasi 

Wartawan Tribunjambi.com Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Usai dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati beberapa waktu lalu, Rahmat Hidayat akhirnya menyampaikan nota pembelaan melalui penasihat hukumnya, Ahmad. Dalam kesempatan itu, dia mohon agar majelis hakim menjatuhkan vonis seringan-ringannya.

"Memohon agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi menjatuhkan vonis yang seringan-ringannya," kata dia, Kamis (4/10/18).

Sebelumnya, JPU Kejati Jambi, M Zuhdi menuntutnya dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 800 juta dengan subsider enam bulan. Terdakwa dituntut dengan pasal 112 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selanjutnya, majelis hakim yang diketuai Makaroda Hafat akan kembali menggelar sidang pada Kamis (11/10/18) dengan agenda vonis.

Untuk diketahui, terdakwa dijerat huk karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu. Dia mengaku membeli barang haram itu dari Randi (belum tertangkap) bersama dengan Zaidi Indra (berkas terpisah). Keduanya patungan masing-masing Rp 100 ribu untuk memperoleh sabu dari Randi. Darinya, didapati barang bukti berupa sabu seberat 0,15 gram.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved