Kasus Ratna Sarumpaet

Diamankan dari Kursi Pesawat, Begini Cerita Gagalnya Ratna Sarumpaet ke Cile Dibiayai Pemprov DKI

Ratna Sarumpaet diamankan dari kursi pesawat saat hendak pergi menghadiri The 11th Women Playrights International Conference 2018

Diamankan dari Kursi Pesawat, Begini Cerita Gagalnya Ratna Sarumpaet ke Cile Dibiayai Pemprov DKI
Tribunnews/JEPRIMA
Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait pemberitaan penganiayaan dirinya di Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). Pada konferensi pers tersebut Ratna mengaku berbohong tentang penganiayaan dirinya melainkan pada 21 September 2018, dirinya menemui dokter bedah plastik di Jakarta untuk menjalani sedot lemak di pipi. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNJAMBI.COM,  JAKARTA - Ratna Sarumpaet diamankan dari kursi pesawat saat hendak pergi menghadiri The 11th Women Playrights International Conference 2018 di Santiago, Cile dari tanggal 7-12 Oktober 2018.  Kabar yang merebak, keberangkatan Ratna dibiayai Pemprov DKI Jakarta.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Asiantoro mengatakan bahwa keberangkatan Ratna Sarumpaet ke Cile berdasar pada permintaannya untuk menghadiri konferensi.

Baca: Ini Kronologi Perjalanan Kasus Hoaks Hingga Ditangkap dan Digeledahnya Kediaman Ratna Sarumpaet

Asiantoro pun pun menceritakan kronologinya. Pada tanggal 31 Januari 2018, Ratna Sarumpaet mengirim surat permohonan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk meminta fasilitas agar bisa menghadiri acara The 11th Women Playrights International Conference 2018 di Santiago, Cile.

Dalam surat permohonannya, Ratna menjelaskan bahwa konferensi tersebut adalah kongres tiga tahunan yang digelar di berbagai negara. Ratna mengaku sebagai salah satu anggota senior di kongres tersebut.

“Bu Ratna meminta bantuan sponsor kepada Pak Gubernur untuk mengikuti kegiatan WPI,” ujar Asiantoro, Kamis malam (4/10).

Dalam surat permohonan Ratna, ia juga menyertakan undangan dari panitia acara. Di situ tertulis bahwa panitia mengundang Ratna sebagai salah satu pembicara dengan ikut membagikan pengalamannya kepada para peserta, serta mengikuti berbagai kegiatan lainnya.

Surat permohonan yang diterima Anies Baswedan, kemudian didisposisikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Baca: Polrestabes Bandung Cek ke Seluruh Polsek dan RS, Tak Ada Laporan dan Pasien Ratna Sarumpaet

Baca: BEI Bakal Kedatangan Delapan Calon Emiten Baru, Berikut Informasinya

“Disposisi Bapak Gubernur ke Dinas Parbud adalah difasilitasi dan didukung serta TL (tindak lanjut) sesuai ketentuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Asiantoro menjelaskan, surat tersebut didisposisikan ke Bidang Nilai Sejarah dan Budaya. Kemudian ditindaklanjuti dengan membuat nota dinas ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) dikarenakan biaya perjalanan dinas merupakan wewenang Biro ASD.

“Dinas Parbud melakukan pengaturan perjalanan Ratna Sarumpaet sekaligus membantu berkoordinasi dengan pihak panitia Woman Playwrights International. Dan dijadwalkan bu Ratna akan tampil di opening tanggal 7 Oktober 2018,” ungkapnya.

Nama Ratna saat ini sudah tercantum di Instagram Women Playrights International (WPI) sebagai salah satu pembicara. Sayang, akibat ulahnya sendiri yang menyebarkan hoaks, Ratna harus berhadapan dengan pihak kepolisian.

Baca: Ajak Petinggi Partai Galang Dana untuk Palu, Prabowo Hentikan Kampanye di Sulawesi Tengah

Baca: Seperti Mau Kiamat, Aspal seperti Gelombang dan Lumpur Keluar dari Perut Bumi

Baca: BPS: September 2018 Deflasi 0,18 Persen, Hanya 16 Kota Alami Inflasi

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved