Divonis 15 Tahun, Randy Berjanji Akan Tobat

"Saya menyesal," kata yang keluar dari mulut Randy L Fany, menghadapi sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Kamis (4/10/18).

Divonis 15 Tahun, Randy Berjanji Akan Tobat
Tribun Jambi/Mareza
Randy L Fany meminta pertimbangan Penasihat Hukum atas putusan yang dibacakan Majelis Hakim 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - "Saya menyesal," kata yang keluar dari mulut Randy L Fany, menghadapi sidang vonis di  Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Kamis (4/10/18). Lelaki 22 tahun itu terlibat kasus pembunuhan.

Ketua majelis hakim, Makaroda Hafat sempat menanyakan komitmennya untuk bertaubat sebelum membacakan vonis. Randy mengangguk, dan bersedia untuk berubah dan bertobat seperti yang dia sampaikan saat sidang pledoi beberapa waktu lalu.

"Menghukum terdakwa Randy L Fany dengan pidana penjara selama 15 tahun," Makaroda membacakan.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi, Handoko. Sebelumnya, JPU menuntut agar majelis hakim memvonisnya dengan pidana penjara selama 20 tahun. Dia dituntut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan primair, Pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Ternyata, permohonan Penasihat Hukum (PH), Rita Anggraini dan terdakwa untuk memperoleh keringanan, dikabulkan.
Putusan majelis hakim itu pun diterima pihak terdakwa dan JPU, sehingga langsung berkekuatan hukum tetap (inkrah).
Sebelum menutup sidang, Makaroda Hafat sempat menyampaikan beberapa nasihat.

"Nanti, saudara rajin-rajinlah beribadah. Banyak-banyak berdoa di sana (lapas, red)," kata Makaroda.

Diberitakan sebelumnya, Randy bersama saudaranya, Iin (DPO) melakukan pembunuhan terhadap teman kencan sesama jenisnya, Amir Nurdin (42). Kejadian itu berlangsung di sebuah hotel di kawasan Pasar, Kota Jambi, Minggu (19/3/17).

Keduanya menghabisi nyawa Amir setelah ketiganya saling berhubungan badan di hotel tersebut. Selain membunuh, keduanya juga mengambil uang milik Amir sejumlah Rp 17 juta. Keduanya kemudian membagi uang tersebut dengan pembagian terdakwa sebesar Rp 10 juta dan Iin Rp 7 juta.

Terdakwa akhirnya ditangkap di sebuah toko bangunan di Kepulauan Riau, sementara Iin masih menjadi buron.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved