Tari 'Sudah Tuai' Pukau Penonton di Festival Danau Kerinci

Selain itu juga, keduri sudah tuai juga merupakan tradisi masyarakat kerinci yang hingga kini masih dipertahankan.

Tari 'Sudah Tuai' Pukau Penonton di Festival Danau Kerinci
tribunjambi/heru
Tarian 'Sudah Tuai' yang ditampilkan di Festival Danau Kerinci, Rabu (3/10) membuat penonton terpukau 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabupaten Kerinci, memiliki banyak tradisi budaya yang masih dipertahankan hingga kini. Salah satunya adalah tradisi menyambut hasil panen pertanian. Tradisi tersebut yakni keduri sudah tuai.

Pada acara pembukan Festival Kerinci yang digelar pemerintah Kabupaten Kerinci, Rabu (3/10), para tamu undangan dan masyarakat yang hadir dibuat terlena. Itu sesaat setelah Plt Gubernur membuka secara resmi acara tersebut.

Tamu udangan dan masyarakat yang hadir di even tahunan yang sudah menjadi agenda nasional ini, dikejutkan dengan kehadiran seorang anak laki-laki yang tiba-tiba memasuki arena acara dengan membawa sebuah gong kecil.

Tari Sudah Tuai, pukau penonton di Festival Danau Kerinci, Rabu (3/10)
Tari Sudah Tuai, pukau penonton di Festival Danau Kerinci, Rabu (3/10) (tribunjambi/heru)

Sambil membunyikan gong yang dibawanya, anak laki-laki itu langsung berteriak memanggil warga. Ia meminta kepada warga agar bisa turun bersama-sama untuk menghadiri keduri sudah tuai. Sesaat setelah kehadiran anak laki-laki itu, muncul para wanita membawa tempayan dan membawa tikar sambil berlengak-lengok.

Mereka ternyata sedang menari, memperagakan kegembiraan warga setelah usai panen. Ya, mereka membawakan tradisi keduri sudah tuai masyarakat kerinci itu dalam bentuk tarian.

Tarian yang dibawakan oleh siswi-siswi dari berbagai SMP di Kerinci itu diberi nama tari sudah tuai. Ada sekitar 100 orang penari yang membawakan tari sudah tuai itu.

Baca: Tari Massal Urung Ditampilkan, Zola Angkat Speaker, Ada Apa Dengan Festival Danau Kerinci?

Pengunjung yang hadir pada pembukaan Festival Kerinci itupun dibuat terpukau. Beberapa kali tepuk tangan terdengar saat para penari memperagakan tradisi sudah tuai itu.

Bahkan perwakilan Kementrian Pariwisata, Ikbal Alamsyah begitu menikmati tarian dengan alunan masik dan lagu berbahasa Kerinci itu. Bahkan Ia terlihat bersiul-siul mengikuti irama lagu dan tarian tersebut.

Begitu juga para pengunjung yang hadir juga dibuat terpukau, mereka mendekat untuk bisa menyaksikan lebih jelas penampilan para gadis remaja itu. Sebagian merekapun mengabadikannya dengan ponsel mereka.

Baca: HUT TNI ke 73, Perkenalkan Inilah Pasukan Elit Indonesia yang Misterius Dengan Kemampuan Mengerikan

Safwan Efendi penata tari tersebut ditemui mengatakan, bahwa tarian sudah tuai sengaja ditampil karena Kerinci terkenal dengan hasil pertaniannya.

Selain itu juga, keduri sudah tuai juga merupakan tradisi masyarakat kerinci yang hingga kini masih dipertahankan.

“Kita memang ingin mengangkat tema yang ditujukan dengan pertanian. Disini kami ingin mengambarkan kegiatan warga menyambut hasil panen pertanian,” ungkapnya.

Baca: Warga Empat Desa Danau Kerinci Lakukan Tradisi Ngihit Pamun

Ia mengatakan, butuh waktu selama 1 bulan untuk menyiapkan tarian tersebut bisa tampil. Itu dimulai dari pemilihan para penari hingga latihan dilakukan.

“Sekitar satu bulan persiapan kita lakukan, alhamdulillah sukses, terimakasih,” ucapnya.(herupitra)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved