Hasil Studi: Anak yang Berprestasi Jarang Main Gawai

Pemakaian gawai dengan durasi lebih dari dua jam bisa menurunkan kemampuan otak anak.

Hasil Studi: Anak yang Berprestasi Jarang Main Gawai
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Saat ini gawai menjadi perangkat yang sulit dipisahkan dengan anak-anak. Mereka bisa menggunakannya untuk belajar atau bermain.

Walau ada sisi positif dari penggunaan gawai, namun tetap batasi waktu pemakaiannya karena durasi lebih dari dua jam bisa menurunkan kemampuan otak anak.

Dilansir dari New York Post via Kompas.com, Sabtu (29/9), menurut studi baru di The Lancet Child & Adolescent Health, anak-anak yang menatap layar selama lebih dari dua jam per hari berisiko mengalami kerugian kognitif atau kemampuan berpikir.

Studi ini melibatkan 4.500 anak-anak Amerika Serikat yang berusia 8 hingga 11 tahun dan dilihat aktivitas gawainya. Setelah itu data tersebut dijadikan pembanding untuk tes mengukur perkembangan otak.

Hasilnya, anak-anak yang menggunakan gawai untuk hiburan (selain tugas sekolah) tidak lebih dari 120 menit dinilai lebih baik pada kemampuan bahasa, memori episodik, fokus, working memory hingga kecepatan pemrosesan.

Mereka yang berprestasi tinggi relatif jarang bermain gawai. Tapi, secara umum anak-anak menghabiskan 3,6 jam setiap hari untuk menonton TV, komputer, dan perangkat seluler.

Namun, para peneliti mengatakan diperlukan riset lebih dalam lagi, untuk memastikannya.

"Termasuk mempelajari pengaruh berbagai jenis waktu layar—apakah konten adalah pendidikan atau hiburan, dan apakah itu memerlukan fokus atau terkait multitasking," kata Jeremy Walsh, yang memimpin CHEO Research Institute di Ottawa.

Selain membatasi waktu layar, penelitian juga menemukan, kinerja kognitif meningkat di antara anak-anak yang tidur 9 jam per malam dan satu jam aktivitas fisik setiap hari.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved