Gunung Kerinci Erupsi

Gunung Kerinci 'Waspada' Hindari Jalur Penerbangan di Sekitarnya, Potensi Letusan Abu

Masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius 3 Km dari kawah puncak. Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar dihindari.

Gunung Kerinci 'Waspada' Hindari Jalur Penerbangan di Sekitarnya, Potensi Letusan Abu
Penampakan Puncak Kerinci via Google Maps Gunung Kerinci. Terdapat garis imajiner yang menjadi batas Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. (Capture Google Maps) 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Kerinci dikategorikan menjadi Level II (waspada).

Pantauan data dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Kerinci di
https://magma.vsi.esdm.go.id/ ada beberapa penjelasan.

Berdasarkan periode pengamatan 28-9-2018 pada 00.00-24.00 WIB, secara meteorologi, kondisi cuaca di sekitar Gunung Kerinci cerah.

Angin bertiup lemah hingga sedang, ke arah timur laut.

Suhu udara 21-25 derjat celsius dan kelembaban udara 65-70 persen.

Baca: Gunung Kerinci Erupsi, Abu Menyembur ke Arah Barat sejak Pagi

Baca: Belajar tentang Erupsi Gunung Kerinci pada 2016, Semburkan Asap Kelabu 500 Meter

Baca: Dudung Beberkan Informasi dari Pendaki yang Baru Turun, Gunung Kerinci Tak Erupsi

Secara visual, Gunung Kerinci diselimuti kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Sehingga, asap kawah tidak dapat teramati.

Informasi dihimpun tribunjambi.com mengenai kegempaan, secara embusan berjumlah 41 dengan amplitudo 0,5-5mm dan durasi 10-25 detik.

20160604 gunung kerinci semburkan asap
Ilustrasi: Gunung Kerinci semburkan asap pada 2016. (IST/BPBD JAMBI)

Selain itu, terjadi vulkanik dangkal satu kali dengan amplitudo 14 mm dan durasi 15 detik.

Terdeteksi juga tektonik jauh dengan jumlah satu kali dan amplitudo 27 mm, S-P tidak terbaca, dengan durasi 857 detik.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved