Gunung Kerinci Erupsi

Belajar tentang Erupsi Gunung Kerinci pada 2016, Semburkan Asap Kelabu 500 Meter

"Kerinci terletak di zona sesar Sumatera dan relatif dekat dengan zona subduksi lempeng," ujarnya.

Belajar tentang Erupsi Gunung Kerinci pada 2016, Semburkan Asap Kelabu 500 Meter
Penampakan Gunung Kerinci via Google Maps. (Capture Google Maps) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pada Juni 2016, Gunung Kerinci pernah erupsi. Saat itu, keluar asap kelabu yang mencapai ketinggian 500 meter.

Saat itu, erupsi Kerinci menyebabkan hujan abu tipis di Desa Sungai Sikai dan Desa Tangkil Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dengan ketebalan sekitar 0,01-0,05 Mm.

Dalam catatan tribunjambi.com, status Kerinci mulai ditetapkan "Waspada" pasca gempa bumi berkekuatan 6,5 SR. Saat itu, gempa dirasakan hingga Singapura. Gempat itu merusak 2.663 rumah di Sumatera barat dan Bengkulu

Apakah erupsi Kerinci saat itu terkait gempa bumi? Secara umum, mungkinkah erupsi gunung berapi dipengaruhi oleh aktivitas gempa Bumi?

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) kala itu, Daryono, mengatakan untuk menjawabnya, perlu dilihat letak Kerinci atau gunung berapi tertentu secara relatif terhadap patahan-patahan sumber gempa.

Baca: Gunung Kerinci Erupsi, Abu Menyembur ke Arah Barat sejak Pagi

Baca: Para Ahli Ungkap Penyebab Gempa dan Tsunami Donggala dan Palu, Fakta di Bawah Permukaan

Baca: 5 Fakta Gempa dan Tsunami Donggala, Ini Lokasi Pergeserannya

"Kerinci terletak di zona sesar Sumatera dan relatif dekat dengan zona subduksi lempeng," ujarnya.

Proses pembentukan Kerinsi sendiri tidak lepas dari tektonik dan vulkanik di wilayah tersebut.

Dengan demikian, kondisi fisiografi, kegempaan, dan kegunungapiannya juga tak lepas dari aktivitas sesar Sumatera dan subduksi hasil tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di barat Sumatera.

"Jika aktivitas gunung api sebagai bagian dari aktivitas subduksi lempeng, maka meningkatnya aktivitas Gunung Kerinci saat ini tidak lepas dari aktivitas seismik dan dinamika tektonik regional yang sedang aktif akhir-akhir ini," kata Daryono.

Secara umum, gempa bumi memang dapat mengaktifkan erupsi gunung berapi. Sebabnya, aktivitas gunung berapi memengaruhi aktivitas tektonik di kantung magma.

Halaman
12
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved