Bahder: Kita Telah Selamatkan Calon Notaris dari Kerumitan dan Jalan Panjang

Makamah Agung akhirnya mengabulkan permohonan uji materi Permenkumham Nomor 25 Tahun 2017.

KOMPAS IMAGES / DHONI SETIAWAN
Gedung Mahkamah Agung. 

Laporan Wartawan Tribun, Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Makamah Agung akhirnya mengabulkan permohonan uji materi Permenkumham Nomor 25 Tahun 2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris, yang diajukan tiga profesor dari Universitas Jambi.

Tiga profesor yang mengajukan uji materi itu, yakni Prof Elita Rahmi Ketua Prodi Kenotariatan Unja, Prof Soekamto Satoto dan Prof BanderJohan Nasution, dosen Kenotariatan Unja.

Inisiator Tim 11+1 Forum Komunikasi Calon Notaris Indonesia (FKCNI), Yandrik Ershad dalam laman MA menyebutkan, permohonan uji materi Permenkumham Nomor 25 tahun 2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris dan Permenkumham Nomor 62 tahun 2016 tentang syarat pengangkatan yang melampirkan foto kopi tanda kelulusan ujian, dikabulkan.

Yandrik mengatakan dengan dikabulkannya hak uji materi itu, maka Permenkumham 25 tahun 2017 tentang Ujian Pengangkatan Notaris maupun turunannya batal demi hukum. Selanjutnya, pengangkatan notaris kembali pada Undang-Undang (UU) Jabatan Notaris.

"Semua pihak terkait wajib menghormati putusan MA tersebut. Kenyataannya sampai dengan saat ini masih akan diselenggarakan ujian pengangkatan notaris tersebut oleh pihak Kemenkumham pada tanggal 2 dan 3 Oktober 2018 mendatang, artinya Menkumham apakah sudah menghormati hasil putusan dikabulkannya Hak Uji materiil permenkumham 25 tahun 2017," jelasnya, Jumat (28/9).

Sementara itu, salah satu pemohon uji materi, Prof Bahder Johan Nasution mengajak semuanya untuk menghormati putusan itu baik dari Kemenkumham, organisasi Ikatan Notaris Indonesia maupun para anggota luar biasa notaris.

"Jangan ada komentar-komentar atau penafisiran-penafsiran sebelum adanya salinan putusan kita terima," jelasnya.

Ia juga mengajak semua prodi kenotariatan untuk menindaklanjuti putusan itu serta kelanjutannya ke depan.

"Secara yuridis, semua bentuk-bentuk ujian kenotariatan dan sederet syaratnya yang ada di Permenkumham sudah resmi batal sejak dikabulkannya permohonan judicial review oleh MA," ungkapnya.

Pendidikan program Notariat di seantero negeri ini diliputi keresahan oleh peraturan Menteri Hukum dan HAM yang memperpanjang jalur untuk menjadi notaris untuk diangkat menjadi notaris.

Bahder menyebut, jika Unja adalah satu-satunya yang melakukan judicial review Permenkumham. Selama dua  bulan uji materi itu akhirnya dikabulkan.

"Artinya kita telah menyelamatkan calon-calon notaris dari kerumitan dan jalan panjang," tandasnya.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved