Melawan saat Ditangkap, Perampok Rp 200 Juta Milik Kelompok Tani, Terpaksa Dilumpuhkan

"Sampai tertangkapnya pelaku setelah kita lakukan pengembangan kasus dan melakukan pengejaran sampai ke Bengkulu," jelas Kapolres.

Melawan saat Ditangkap, Perampok Rp 200 Juta Milik Kelompok Tani, Terpaksa Dilumpuhkan
tribunjambi/samsul bahri
Satreskrim Polres Muarojambi berhasil meringkus pelaku pencurian disertai kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polres Muarojambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sutrisno (28) ditangkap Satreskrim Polres Muarojambi, Jumat (21/9). Ia ditangkap setelah hampir satu tahun lamanya menjadi buronan kasus pencurian disertai kekerasan terhadap pegawai Bank Mandiri, Pariyati dan Sahria Kasi Pemerintahan Desa Suka Damai.

Hal ini disampaikan Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono yang didampingi Kasatreskrim Polres Muarojambi, AKP Afrito Baro Baro, Kapolsek Mestong, AKP La Ode Prasetyo Fuad dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Polres Muarojambi, Kamis (27/9).

Sutrisno melancarkan aksinya tersebut bersama empat rekan lainnya yang mana tiga diantaranya saat ini Buron. Sedangkan satunya atas nama David telah ditahan di Lapas Riau dengan kasus yang berbeda.

Baca: Satreskrim Polres Muarojambi Tangkap Pelaku Pencurian, Korbannya Pegawai Bank Mandiri

Adapun hasil dari pencurian yang terjadi pada Agustus 2017 lalu, pelaku berhasil mengondol uang sebesar Rp200 juta dari tangan pelaku yang sejatinya uang tersebut untuk kelompok tani.

"Sampai tertangkapnya pelaku setelah kita lakukan pengembangan kasus dan melakukan pengejaran sampai ke Bengkulu," jelas Kapolres.

Lebih lanjut, AKP Mardiono mengatakan bahwa pengembangan ini dilakukan berdasarkan mesin ATM yang digunakan oleh Sutrisno, saat berpura-pura mengambil uang sebelum kejadian tersebut. Adapun ATM yang digunakan tersebut setelah dilacak merupakan ATM milik Nugroho yaitu kakak dari Sutrisno.

Pelaku perampokan yang melawan petugas saat akan diamankan, terpaksa dilumpuhkan
Pelaku perampokan yang melawan petugas saat akan diamankan, terpaksa dilumpuhkan (Tribunjambi/samsul)

"Kita lakukan pengembangan dan kita mengetahui keberadaanya. Kemudian dari hasil pemeriksaan, pelaku masih kawakan. Dari awal sebelum melakukan, sudah ada rencana perampokan di Bayung Lincir. Sasarannya memang bank, rencananya di Bayung lincir, karena tidak dapat mengarah ke Tempino," tuturnya.

Berdasarkan kejadian ini adapun kerugian yang dialami korban sebesar Rp200 juta, dengan barang bukti satu unit sepeda motor, TV, kompor gas, tabung gas, dan kipas angin.

Baca: Saling Bertaruh Nyawa, Duel Maut Anggota Kopassus & Grilyawan ini Mencekam di Pedalaman Kalimantan

"Pelaku ditembak karena dalam pengejaran tersangka melakukan perlawanan dan sempat melarikan diri. Untuk pasal yang disangkakan yaitu Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," bilang Kapolres. (*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved