Angka Perceraian di Kerinci dan Sungai Penuh Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya

Angka perceraian di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh tergolong cukup tinggi di tahun 2018.

Angka Perceraian di Kerinci dan Sungai Penuh Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya
Ilustrasi. Sidang kasus perceraian Kakek Ikhlas di Pengadilan Agama kelas 1 A Banjarmasin. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Angka perceraian di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh tergolong cukup tinggi di tahun 2018.

Hingga September angka perceraian telah mencapai 262 perkara.

Hal itu diakui oleh Ketua Pengadilan Agama (PA) Sungai Penuh, Ikhsanuddin melalui Panitera, Auzai’i dihubungi, Kamis(27/9). Ia menyebutkan, jika dibandingkan tahun dan bulan yang sama di tahun 2017 lalu, angka perceraian mengalami peningkatan.

“Jika dilihat dari data maka terjadi peningkatan jumlah kasus perceraian di Sungai Penuh maupun di Kerinci. Dimana hingga September pada 2017 lalu terjadi 247 perkara, sedangkan pada 2018 pada bulan yang sama terjadi 262 perkara,” ungkapnya.

Dikatakannya, perceraian terbanyak disebabkan oleh faktor ekonomi dan ketidak cocokan lagi dalam rumah tangga. Dan jumlah tersebut paling banyak terjadi adalah cerai gugat atau istri yang menggugat cerai suami.

“Telah kita lakukan upaya mediasi, namun tetap tidak mau,” sebutnya.

Lanjutnya, terjadinya peningkatan jumlah perkara perceraian di tahun 2018 dikarenakan masyarakat sudah sadar hukum. “Kenaikan itu salah satu sebabnya adalah masyarakat sudah sadar hukum,” jelasnya.

Selain membeberkan angka perceraian ia juga meminta kepada masyarakat, terutama warga yang tidak memiliki buku yang sudah bertahun-tahun. Yakni bisa mengurus perkara pengesahan nikah ke pengadilan agama untuk disahkan perkawinannya.

“Ada Solusi agar bisa tarcatat di KUA, caranya ajukan perkara pengesahan nikah di Pengadilan Agama, kemudian penetapan dari pengadilanlah yang dibawa ke KUA untuk dicatatkan,” jelasnya lagi.

Tujuan ini sebutnya, agar jauh-jauh hari warga siap dengan dokumen mereka. Sehingga jika memerlukan dokumen tersebut tidak perlu repot-repor lagi.

“Agar jangan sampai nanti saat warga butuh buku nikah, seperti mau haji, baru ngurus istbat nikah,” imbaunya. (*)

Tags
perceraian
Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved