Keren! Dosen dan Mahasiswa Unja Ini Manfaatkan Kulit Nanas Sebagai Alternatif Anoda Pada Baterai

Buah nanas tidak hanya enak dinikmati. Ditangan sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Jambi, buah nanas menjadi lebih bermanfaat.

Keren! Dosen dan Mahasiswa Unja Ini Manfaatkan Kulit Nanas Sebagai Alternatif Anoda Pada Baterai
Tim Dosen FST UNJA ini telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RT.017 KM 13 Kelurahan Pondok Meja Kecamatan Mestong. Masyarakat diberi pelatihan mengenai Pemanfaatanit Nanas (Ananas Comosus) sebagai Alternatif Anoda pada Baterai pada 12 September 2018 lalu. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Rida Efriani

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM- Buah nanas tidak hanya enak dinikmati. Ditangan sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Jambi, buah nanas menjadi lebih bermanfaat.

Tidak sekedar buahnya segar dikonsumsi, kulit buah nanas pun kaya akan manfaat.

Ketua Tim Pengabdian masyarakat dari Fakultas Sains dan Teknologi UNJA Dr.Lenny Marlinda membeberkan poduksi buah nanas Jambi pada 2013 sebesar 144.896 ton.

Produksi buah nanas oleh pabrik pengalengan nanas hampir 67% dari buah yang terdiri dari 41% kulit, 6% jonggol atau inti, dan 20% mahkota.

Tim Dosen FST UNJA ini telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RT.017 KM 13 Kelurahan Pondok Meja Kecamatan Mestong. Masyarakat diberi  pelatihan mengenai Pemanfaatanit Nanas (Ananas Comosus) sebagai Alternatif Anoda pada Baterai pada 12 September 2018 lalu.
Tim Dosen FST UNJA ini telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RT.017 KM 13 Kelurahan Pondok Meja Kecamatan Mestong. Masyarakat diberi pelatihan mengenai Pemanfaatanit Nanas (Ananas Comosus) sebagai Alternatif Anoda pada Baterai pada 12 September 2018 lalu. ()

"Limbah kulit nanas memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan sebagai karbon. Total karbon yang terkandung dalam kulit nanas yaitu sebesar 53,92%. Potensi limbah kulit nanas yang memiliki kandungan karbon serta zat elektrolit yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif anoda pada baterai," ungkapnya, Senin (24/9).

Pembuatan karbon dari limbah kulit nanas menggunakan metode pirolisis. Kulit nanas yang telah dikumpulkan, dicacah dan dipanaskan menggunakan furnace pada suhu 4000C selama 2 jam. Selanjutnya diaktivasi dengan larutan NaOH.

"Pembentukan elektroda dengan cara dipelet, dimana litium sebagai katoda dan karbon kulit nanas sebagai anoda. Berdasarkan uji yang telah dilakukan, baterai yang dihasilkan memiliki kapasitas sebesar 900 mAh," ungkapnya.

Metode penulisan yang digunakan dengan cara sintesis, yaitu memaparkan cara pembuatan karbon berbahan dasar limbah kulit nanas berdasarkan eksperimen dan gagasan jurnal terbaru.

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah kulit nanas sehingga dapat diminimalisir dengan memberikan alternatif pengolahan limbah sebagai pembuatan karbon pada baterai.

Tim Dosen FST UNJA ini telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RT.017 KM 13 Kelurahan Pondok Meja Kecamatan Mestong.

Masyarakat diberi pelatihan mengenai Pemanfaatanit Nanas (Ananas Comosus) sebagai Alternatif Anoda pada Baterai pada 12 September 2018 lalu.

Dr Lenny mengatakan pelatijan ini penting karena belum ada pengetahuan dasar mengenai potensi nanas yang dapat dijadikan sebagai alternatif anoda pada baterai dan masyarakat belum memiliki keterampilan dalam mengolah limbah dari kulit nanas.

"Kulit nanas jika dibiarkan akan menjadikan limbah semakin menumpuk dan menyebabkan masalah lingkungan.
Dengan pelatihan ini kami berharap agar masyarakat memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai potensi limbah kulit nanas dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu masyarakat dapat menambah nilai ekonomi sekaligus menanggulangi masalah lingkungan dengan adanya informasi mengenai pemanfaatan limbah kulit nanas di lingkungannya," tandasnya. (Rep)

Penulis: rida
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved