Kasus Pembangunan Embung

Kasus Pembangunan Embung di Tebo - Firdaus Sebut CV PAN Lolos Karena Penawaran Lebih Rendah

Kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian

Kasus Pembangunan Embung di Tebo - Firdaus Sebut CV PAN Lolos Karena Penawaran Lebih Rendah
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015 kembali dipersidangkan, Senin (24/9/18).

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Baca: Jalan Sehat Tribun Jambi Bersama Luwak White Koffie; Kegiatan Positif Untuk Warga Jambi

Dalam sidang yang akan dipimpin ketua majelis hakim Dedy Muchti Nugroho itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi. Di antaranya, Firdaus selaku Ketua Pokja yang juga staf seksi perencanaan bidang pengairan di PU Tebo, Wagio Asmoro selaku pengawas pekerjaan, Ngatman selaku Direktur CV Archimedia Consultan, dan Sugiarto selaku Direktur CV Media Teknik Konsultan.

Dalam kesempatan itu, Firdaus menyampaikan, ada sekitar 50 perusahaan yang mendaftar dalam proyek Embung Sungai Abang, Tebo.

"Dari 50 itu, yang memasukkan penawaran ada empat. Ada CV PAN (Persada Antar Nusa, red), CV Veros, CV Ferdi Putra Jambi, dan CV Berlian Pratama," katanya.

Namun, hanya CV Persada Antar Nusa (PAN) dan CV Veros yang lolos evaluasi. Dari kedua perusahaan itu, CV PAN yang akhirnya terpilih untuk mengerjakan proyek embung.

Menurut Firdaus, CV PAN terpilih karena penawarannya lebih rendah.

Baca: Wirausaha Unggulan Bank Indonesia Ikut Berpartisipasi pada Festival Batanghari

Baca: Dua Bandar Sabu Antarkabupaten Diringkus. Selain Sabu, Polisi Juga Sita Senpi Rakitan

"CV Ferdi Putra Jambi tidak lulus karena persyaratan tidak mencukupi, sedangkan CV Berlian Pratama tidak lulus karena personel sudah dipakai di pekerjaan lain," ungkapnya.

Ungkapan itu memantik pertanyaan dari jaksa. Sebelumnya, saksi Ahmad Abrar, sekretaris Pokja sempat mengatakan CV PAN tidak lolos karena tenaga ahlinya terpakai di proyek lain. Hal itu senada dengan yang terjadi di CV Berlian Pratama. Jaksa menanyakan alasan terpilihnya CV PAN, sedangkan tenaga ahlinya juga terpakai di pekerjaan lain.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved