Baru 25 Persen dari Target 135.000 Sertifikat, BPN Jambi Optimis Rampung di Akhir Tahun

Pembangunan infrastuktur adalah prasarat untuk meningkatkan daya saing nasional.

Baru 25 Persen dari Target 135.000 Sertifikat, BPN Jambi Optimis Rampung di Akhir Tahun
Tribun Jambi/Fadly
Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar memberikan penghargaan pada ASN yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Senin (24/09/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bertempat di kantor Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi di kawasan Telanai, Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar pimpin upacara memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang 2018.

Dalam sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nasional yang dibacakan Plt Gubernur Jambi, disebutkan jika  pembangunan infrastuktur adalah prasarat untuk meningkatkan daya saing nasional.

"Sehingga berkembangnya investasi," jelasnya.

Salah satu kegiatan penting terkait pembangunan infrastuktur tersebut adalah pelaksanaan pengadaan tanah.

"UUD dan peraturan yang ada telah memungkinkan pengadaan tanah secara cepat dan pasti, untuk itu pemerintah provinsi, kabupaten dan kota mempunyai peran penting untuk pelaksanaan pengadaan tanah tersebut," jelasnya.

Sementara itu, kepala BPN Jambi, Beni Hermawan, S.Si., M.Si. mengatakan, melalui program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) tidak ada bidang tanah yang tidak terdaftar.

"Selama ini yang terjadi kalau dengan kecepatan seperti dulu, kita akan mendaftarkan tanah memerlukam waktu 75 tahun, baru bisa mendapatkan sertifikat," jelasnya.

Ia memprediksi pada tahun 2025 seluruh bidang tanah bisa diidentifikasi.

"Semua tanah, baik pribadi, sampai tanah yang sedang dalam bermasalah semua akan terindentifikasi dengan baik," kata Hermawan.

Untuk tahun ini, ia mengatakan target sertifikat untuk Provinsi Jambi 135.000 sudah terselesaikan perhari ini sekitar 25 persen.

"Bulan depan kita targetkan 45 persen, dan mudah-mudahan di akhir tahun ini mencapai 100 persen," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk di Jambi kawasan yang paling sulit untuk diidentifikasi adalah di arah pegunungan,

"Seperti Kerinci, Sungai Penuh, itu sifatnya pemilikan komunal, ini perlu startegi dan pendekatan secara persuasif untuk ini," jelasnya.

Acara juga diisi dengan pemberian penghargaan terhadap ASN yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved