Pemilik Ternak Babi Hanya Diizinkan Beroperasi Hingga Akhir 2018

Pemerintah Kota Jambi hanya memberi tenggang waktu hingga Desember 2018 bagi pemilik ternak babi di Kota Jambi. Khususnya

Pemilik Ternak Babi Hanya Diizinkan Beroperasi Hingga Akhir 2018
TRIBUNJAMBI/EKO PRASETYO
Pihak kecamatan Jambi Timur bersama Satpol PP dan PTSP Kota Jambi menyegel sekitar lebih dari 3 rumah ternak babi di wilayah Jambi Timur. Rabu (26/4). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi hanya memberi tenggang waktu hingga Desember 2018 bagi pemilik ternak babi di Kota Jambi. Khususnya peternak babi yang berada di Kelurahan Legok Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Rekomendasinya, lokasi peternakan harus berada diluar Kota atau daerah perbatasan.

Disampaikan Wali Kota Jambi Syarif Fasha bahwa Pemkot telah melakukan negosiasi dengan warga sekitar dan pemilik peternakan. Hasilnya, pemilik peternakan meminta waktu hingga 6 bulan kedepan agar mereka bisa pindah serta mencari lokasi yang dirasa pas.

Baca: Bank Syariah Mandiri Kenalkan Produk dengan Karnaval Keliling Kota Jambi

Namun Pemkot tidak akan memberikan waktu sampai 6 bulan karena dianggap terlalu lama. Pemerintah hanya akan memberikan waktu 3 atau 4 bulan saja.

“Peternak minta waktunya 6 bulan. Tapi kami hanya beri batas waktu hingga Desember 2018 saja. Tidak boleh lebih. Karena memang berdasarkan peraturan, peternakan babi tidak boleh ada di dalam pemukiman warga dan di dalam kota,” jelasnya.

Terkait dimana lokasi ternak babi harus dipindahkan, Fasha mengatakan diserahkan ke pemilik usaha. Hanya saja harus di luar Kota Jambi. Bisa saja didaerah perbatasan atau jauh dari pemukiman warga.

“Rekomendasi lokasinya mungkin tidak di Kota Jambi tapi di perbatasan kota. Terserah mereka dimana tapi harus di perbatasan Kota yang tidak ada pemukiman,” katanya.

Fasha mengatakan bahwa pemilik ternak babi tersebut ingin menemuinya. Dirinya mempersilakan jika memang ingin bertemu. Namun hal tersebut tidak akan merubah keputusan pemerintah dalam memberikan batas waktu.

Baca: Bandar Dadu Goncang Diringkus Unit Reskrim Polsek Pangabuan

Baca: Pengaduan Warga Kurangi Jumlah Caleg di KPU Kota dan Provinsi Jambi

“Pemilik ternak juga katanya mau ketemu saya. Saya katakan silakan mau ketemu saya tetapi keputusan pemerintah tidak bisa memberikan sampai 6 bulan terlalu lama,”ujarnya.

Jika setelah Desember mereka tidak pindah, maka Pemkot akan memberikan peringatan dan teguran terlebih dahulu. Jika tidak juga dipindahkan maka usaha tersebut akan di segel dan di tutup.

“Kalau masih ditemukan yang melanggar di tengah kota maka akan kita pindahkan. Kita akan tegur dahulu. Kita beri peringatan, kita beri waktu untuk menyiapkan tempatnya. Kalau mereka tidak mau pindah ya terpaksa tempatnya kita tutup kita segel,” katanya.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Perternakan dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Damiri bahwa pihaknya sudah melaporkan keadaan dilapangan dengan walikota Jambi. Hasilnya, disepakati bahwa ternak babi dikota jambi harus pindah dibawah Desember 2018.

"Karena memang tidak boleh ada ternak babi di area kota apalagi dekat dengan pemukiman," ujarnya.

Baca: VIDEO: Ratusan Mahasiswa UIN STS Demo Kejati, Harusnya Malu, Korupsi Luar Biasa di Jambi

Baca: Promo Cashback Hingga 15 Persen pada Perayaan Re-opening Informa di Jamtos

Baca: Kasus Penangkapan Sabu 5 Kg di Depan Polres Muarojambi Masih Dikembangkan, Menelusuri Jaringan

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved