VIDEO

VIDEO: Ratusan Mahasiswa UIN STS Demo Kejati, "Harusnya Malu, Korupsi Luar Biasa di Jambi"

Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi gelar demonstrasi di kawasan Telanaipura, Jambi,

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A. J

TRIBUNJAMBI.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi gelar demonstrasi di kawasan Telanaipura, Jambi, Kamis (20/9/18).

Adapun tujuan demonstrasi itu untuk meminta Gubernur Jambi mundur dari jabatannya. Selain itu, mereka juga menuntut mundur Anggota DPRD Provinsi Jambi sebanyak 53 orang yang terlibat dalam kasus dugaan gratifikasi dan uang ketok palu.

Lebih lanjut mahasiswa yang melakukan aksi turut mengkritik dan mempertanyakan Kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dalam pemberantasan korupsi di Jambi.

Aksi digelar mulai dari simpang BI Jambi, Kejati Jambi, sampai di DPRD Provinsi Jambi.

Baca: Nasrullah Hamka Dua Kali Tersandung Peraturan KPU, Kembali Layangkan Gugatan

"Harusnya Kejaksaan malu dengan adanya korupsi yang luar biasa di Jambi, karena yang mengungkap kasus tersebut justru KPK, bukan Kejati," kata satu di antara mahasiswa dalam orasinya di depan Kejati, Kamis (20/9/18).

"Lantas, ke mana kinerja Kejati selama ini, sehingga korupsi seperti ini tidak ada ditangangani kasus ini," lanjutnya.

Mereka juga menegaskan, Jambi akan hancur jika dipimpin oleh para penghianat yang mengambil hak-hak masyarakat.

"Kami mewakili masyarakat dan rakyat dalam demo ini. Usut tuntas! Kalau tidak, kami akan turun lagi. Hidup mahasiswa! hidup rakyat!" teriak orator berapi-api, diikuti peserta aksi.

Di depan gedung DPRD Provinsi Jambi, sempat terjadi aksi lempar dan saling dorong. Beruntung, aparat kepolisian yang berjaga ketat mampu meredam aksi tersebut.

Kapolresta Jambi, Ahmad Fauzi kepada awak media menyampaikan, kericuhan tersebut karena aksi massa seringkali memaksa untuk masuk gedung DPRD.

Baca: Promo Cashback Hingga 15 Persen pada Perayaan Re-opening Informa di Jamtos

Baca: Kasus Penangkapan Sabu 5 Kg di Depan Polres Muarojambi Masih Dikembangkan, Menelusuri Jaringan

"Massa aksi itu selalu mau masuk gedung DPR ini. Kita sudah batasi beberapa orang, tapi mereka mau semuanya. Ya, nggak boleh dong. Ini kan simbol negara," kata dia.

Untuk meredam aksi tersebut, pihaknya mengerahkan sekitar 450 personel.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved