Limbah Mengadung Zat Berbahaya, Pemkab Bungo Akan Perusahaan Sawit di Kecamatan Jujuhan

Limbah sebuah perusahaan sawit di Kecamatan Jujuhan terbukti mencemari lingkungan.

Limbah Mengadung Zat Berbahaya, Pemkab Bungo Akan Perusahaan Sawit di Kecamatan Jujuhan
tribunjambi/darwin
air sungai yang tercemar tampak hitam. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Adanya limbah sebuah perusahaan sawit di Kecamatan Jujuhan membuat Pemkab Bungo harus  memanggil pihak perusahaan.

Safruddin Dwi Apriyanto, Wakil Bupati Bungo menegaskan pihak perusahaan harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.

“Kita akan menegakkan sanksi, karena itu kita panggil pihak perusahaan untuk mengklarifikasi masalah ini,” kata Wabup, Kamis (20/9).

Kata dia, sejak awal ada permasalahan limbah perusahaan ini, pemda telah menurunkan tim untuk membuktikan bagaimana kondisi di lapangan.

”Ketika tidak ada kesesuaian data-data yang mereka berikan kepada kita tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada di lapangan, pihak perusahaan akan kita panggil,” kata wabup.

Sebelumnya, limbah sebuah perusahaan di Kecamatan Jujuhan terbukti mencemari lingkungan. Bahkan, sampel limbah yang dikirim ke laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi terbukti mengandung zat berbahaya. Limbah yang mencemari Sungai Tukum mengandung zat berbahaya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, Yudi menjelaskan, sampel limbah yang dibawa ke laboratorium melebihi ambang batas standar baku mutu. Lebih dari itu, ambang batas lebih dari sepuluh kali lipat.

Ia mencontohkan, untuk BOD ambang batas standar batas baku mutu seharusnya hanya 3 Mg per liter. Namun dari sampel mencapai 300. belum lagi kadar minyak lemak bergas racun yang ambang batas standar batas baku mutu seharusnya hanya 1 Mg per liter ditemukan 11 Mg per liter.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved