BPBD Bungo Sosialisasikan Pencegahan Karhutla, Apri: Kita Tidak Boleh Lengah

BPBD Bungo mencatat total luas lahan yang terbakar sekitar 24 hektare. Lahan masyarakat baru bisa dipadamkan total pada Rabu siang.

Tribun Jambi/Heri Prihartono
Karhutla di Tebo, Senin (20/8) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - BPBD Bungo sosialisasikan pencegahan, dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2018. Acara berlangsung di aula cempaka kuning Bappeda Bungo, Kamis (20/9).

“Mudah-mudahan lewat sosialisasi ini akan terjadi kegiatan yang berkesinambungan di tingkat kecamatan dan juga di tingkat dusun,” harap Dwi Apriyanto selaku Wakil Bupati Bungo.

“Mudah-mudahan titik-titik api di Bungo juga semakin minim, dan data juga menunjukkan kebakaran semakin sedikit. Tetapi kita tidak boleh lengah. Prinsipnya adalah, kegiatan pencegahan lebih baik dilaksanakan daripada mengobati setelah terjadi,” tutupnya.

Indone, Kepala BPBD Bungo mengatakan tujuan sosialisasi tersebut untuk menumbuhkan kesadaran diri masing-masing agar tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan karhutla.

Terakhir sekali kebakaran hutan dan lahan di Bungo terjadi di lahan Bandara Muara Bungo dan lahan masyarakat yang ada sekitarnya.

BPBD Bungo mencatat total luas lahan yang terbakar sekitar 24 hektare. Lahan masyarakat baru bisa dipadamkan total pada Rabu (19/9) siang, dengan bantuan heli water bombing.

Sub Bagian Pencegahan, BPBD Kabupaten Bungo, Fajri menyebutkan, petugas kesulitan menjangkau daerah kebakaran karena medan yang tidak memungkinkan. Setelah melakukan rapat koordinasi di lapangan, pada Rabu (19/9) pukul 02.00 wib dini hari, petugas lapangan memutuskan untuk menghentikan pemadaman karena medan yang sulit dan hanya tinggal titik-titik api kecil.

Pemadaman juga terbantu dengan turunnya hujan pada malam dini hari tersebut. Selain kendala medan di lapangan yang sulit, petugas juga juga kesulitan lantaran lahan yang terbakar termasuk lahan sangat kering dan  arah angin yang terus berubah-ubah.

“Setelah itu, pada pagi hari, petugas kembali melakukan penyisiran bersama satgas, menginstruksikan Dansatgas untuk menerbangkan heli untuk proses sterilisasi api,” sebutnya.

Lanjutnya, meskipun boombing pertama salah sasaran, tetapi akhirnya pada boombing kedua bisa mensterilkan api. “Boombing diperlukan untuk steril api. Api dapat dikendalikan Rabu pukul 12.00 wib,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved