Polisi Dapatkan Keberadaan Pemesan Ribuan Benih Lobster Mutiara yang Diamankan Beberapa Waktu Lalu

Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Jambi terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penyelundupan ribuan benih lobster

Polisi Dapatkan Keberadaan Pemesan Ribuan Benih Lobster Mutiara yang Diamankan Beberapa Waktu Lalu
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI
Benih lobster yang akan diselundupkan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi.com Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Jambi terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penyelundupan ribuan benih lobster jenis pasir dan mutiara yang diamankan bebedapa waktu lalu.

Terbaru, polisi telah mendapatkan lokasi keberadaan dan identitas pemesan baby lobster itu untuk diselundupkan. Ini sampaikan oleh Direktur Polair Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji, Rabu (19/9).

"Keberadaannya itu selalu bergeser. Di Tanjabbar, Tanjabtim, dan Jambi. Sering mutar-mutar di tiga wilayah ini. Sekarang masih pendalaman. Kalau kita beberkan sekarang takutnya TO kita malah lepas," ungkap Fauzi saat dikonfirmasi.

Baca: Fasha: Dua Tindak Pidana dalam Kasus Pasar Malioboro. Pedagang Diminta Kosongkan Toko

Ia mengatakan, penangkapan pelaku sempat terkendala cuaca. Fauzi bilang, pihaknya menunggu saat yang tepat ketika mereka melakukan aksinya.

"Kemarin bulan sempat terang. Mereka setop kalau pada saat itu. Yang jelas, dalam waktu dekat bakal kita tangkap dan akan saya rilis ke teman-teman media," jelasnya.

Fauzi bilang, untuk dua orang tersangka, yakni Afrizal (19) dan Rafix (33) warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sudah ditahap duakan oleh pihaknya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Mereka sudah berada di lapas sekarang," jelasnya.

Untuk dikerahui, ada 92.480 ekor baby lobster yang diamankan. Terdiri dari 3.385 ekor baby lobster jenis mutiara, dan 89.460 ekor baby lobster jenis pasir.

Benih-benih lobster itu terkemas dalam kantong-kantong plastik bening dan tersusun dalam 18 boks putih.

Baca: VIDEO: Puluhan Sumur Minyak Ilegal Segera Ditutup, Satu Sumur Ilegal Hasilkan 40 Drum Perhari

Baca: Gebyar Kemerdekaan 2018, PLN Beri Diskon 50 Persen untuk Tambah Daya

Rencanaya, bibit lobster tersebut akan dijual ke penampungnya seharga Rp 200 ribu per ekor untuk benih lobster jenis mutiara, dan Rp 150 ribu per ekor untuk yang berjenis pasir.

Jika ditotal keseluruhannya kerugian negara dari penjualan gelap ini mencapai Rp 14 miliar.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved