Penemuan Bayi Dikubur di Belakang Rumah di Sridadi, Ternyata Anak Kedua, Anak Pertama Tak Diketahui

Kasus bayi yang dikubur oleh orang tuanya di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Batanghari, berdasarkan keterangan

Penemuan Bayi Dikubur di Belakang Rumah di Sridadi, Ternyata Anak Kedua, Anak Pertama Tak Diketahui
tribunjambi/abdullah usman
Kasus bayi yang dikubur oleh orang tuanya di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Batanghari, berdasarkan keterangan warga sekitar menguak sisi lain keseharian orang tua bayi malang tersebut, Rabu (19/9/2018). Rumah orangtua bayi, dan lokasi penemuan kuburan bayi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kasus bayi yang dikubur oleh orang tuanya di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Batanghari, berdasarkan keterangan warga sekitar menguak sisi lain keseharian orang tua bayi malang tersebut, Rabu (19/9).

Hingga saat ini misteri kematian bayi yang berusia sekotar dua bulan tersebut, yang ditemukan telah terkubur di belakang rumah dan dikubur seadanya oleh orang tua bayi itu sendiri. Sejauh ini masih menyisakan misteri dan dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kasus bayi yang dikubur oleh orang tuanya di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Batanghari, berdasarkan keterangan warga sekitar menguak sisi lain keseharian orang tua bayi malang tersebut, Rabu (19/9/2018). Rumah orangtua bayi, dan lokasi penemuan kuburan bayi.
Kasus bayi yang dikubur oleh orang tuanya di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Batanghari, berdasarkan keterangan warga sekitar menguak sisi lain keseharian orang tua bayi malang tersebut, Rabu (19/9/2018). Rumah orangtua bayi, dan lokasi penemuan kuburan bayi. (tribunjambi/abdullah usman)

Berdasarkan penelusuran tribunjambi.com di lokasi kejadian tepatnya di Rt 22 Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari, menguak sisi lain dari kedua orang tua bayi malang tersebut.

Berdasarkan keterangan Ketua Rw 06 Senami pal VII Juprianto, saat disambangi tribunjambi.com menuturkan, keluarga (G) ini sebulumnya memiliki dua orang anak yang dilahirkan dari hasil pernikahannya bersama sang istri.

Meski sudah menikah lebih kurang selama empat tahun lamanya, dan dikaruniai anak pertama namun sejak anak pertamanya tersebut berusia lebih kurang dua tahun tidak lagi diketahui keberadaan anak pertamanya tersebut.

"Kalo ditanya perihal kemana anak pertamanya tersebut, dirinya selalu berkilah-kilah dengan alasan berbeda-beda. Terkadang pengakuannya mengatakan dititipkan ke keluarga, namun keterangannya tersebut tanpa disertai kejelasan dan pembuktian," ujar Juprianto kepada tribunjambi.com

Dikatakannya pula, diketahui (G ) yang merupakan ayah kandung bayi malang tersebut, bekerja sebagai tukang panjat pohon pete dan sang istri sebagai pedagang keliling buah pete tersebut. Diketahui kedua pasangan tersebut merupakan pasangan yang terbilang pasangan sangat muda.

" Selain masih terbilang pasangan muda, kedua pasangan tersebut juga cenderung tertutup terhadap warga maupun keluarganya," ujarnya.

Dikatakannya pula, warga di sini sudah sepakat untuk kedua orang tua bayi tersebut jika memang terbukti bersalah dan menyalahi hukum silahkan diadili sesuai hukum yang belaku.

Dari hasil visum sementara yang kita terima, korban tersebut memang dikubur setelah dalam keadaan meninggal bukan karena kekerasan.

"Murni karena sudah meninggal. Itu informasi yang kita dapat sementara," jelasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved