Kasus Perambahan Hutan

Terdakwa Kasus Dugaan Perambahan Hutan TNKS Dituntut 1 Tahun dan Denda Rp 500 Juta

Sempat ditunda sidang kasus dugaan perambahan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) akhirnya sampai pada agenda

Terdakwa Kasus Dugaan Perambahan Hutan TNKS Dituntut 1 Tahun dan Denda Rp 500 Juta
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Dari kanan: Azhari, Indra Jaya, Maardi, Abu Hasyim 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat ditunda sidang kasus dugaan perambahan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) akhirnya sampai pada agenda tuntutan, Senin (17/9/18). Kasus ini menjerat empat orang sebagai terdakwa. Di antaranya, Ahmad Azhari selaku ketua SPI Merangin, Abu Hasyim selaku masyarakat adat, Maardi dan Indra Jaya selaku penebang.

Mereka diduga melakukan perambahan hutan di wilayah TNKS pada Januari 2018 lalu.

Baca: Ketua PPAT Pembangunan Proyek Embung di Tebo Sebut Tak Tahu Banyak

Sidang tersebut dipimpin ketua majelis hakim Franciscus Arkadeus Ruwe. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menuntut mereka dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 500 juta dengan subsider enam bulan.

JPU Diah membacakan tuntutan untuk Azhari dan Abu Hasyim lebih dulu.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 500 juta. Dengan ketentuan, jika denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan pidana penjara selama enam bulan," kata Diah.

Selanjutnya, JPU Yani Ernawaty membacakan tuntutan terhadap terdakwa Maardi dan Indra Jaya dengan tuntutan sama.

Menanggapi hal itu, tim Penasihat Hukum melalui Abdul Halim Nasution ketika dikonfirmasi menyampaikan, akan membacakan pledoi (pembelaan) pada Kamis (27/9/18).

Baca: CV Veros Sempat Sanggah Keputusan Lelang yang Dimenangkan CV Persada Antar Nusa

Baca: Sampaikan Keterangan Berbelit-belit, Hakim: Masa Beda Beberapa Inchi Saja, Bohong!

"Tadi sudah dengan tuntutan. Selanjutnya, Kamis (27/9/18) kami akan bacakan pledoi. Harapannya sih, diringankan atau kalau bisa harus bebas," kata Halim usai persidangan.

Keempat terdakwa dituntut sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) huruf c UU RI No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat (2) KUHPidana.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved