Oknum Wartawan Ini Nekat Peras Guru SD di Madiun

Ia menceritakan, kasus ini bermula saat tersangka SH mendatangi korban di tempat kerjanya, Senin (13/8) lalu.

Oknum Wartawan Ini Nekat Peras Guru SD di Madiun
(Dok Humas Polres Madiun)
Wakapolres Madiun, Kompol Rentrix Riyaldi Yusuf menunjukkan tersangka oknum wartawan yang memeras guru SD bersama barang bukti, Selasa (18/9/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang oknum wartawan di Madiun, SH (40) ditangkap aparat Polres Madiun. Ia ditangkap dengan tuduhan memeras seorang guru sekolah dasar di Madiun.

Wakapolres Madiun, Kompol Rentrix Riyaldi Yusuf, menyatakan, polisi menangkap SH setelah mendapatkan pengaduan langsung dari korban didampingi atasannya.

Baca: Pelaku Pemerasan yang Dihajar Massa, Seorang Tukang Ojek

"Tersangka SH kami tangkap seusai menerima uang yang diserahkan YS (57), guru SDN Karangrejo," sebut Rentrix, Selasa (18/9).

Menurut Rentrix, tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp 10 juta agar berita tentang perselingkuhannya tidak dimuat di medianya.

Baca: Setya Novanto Curhat ke Wartawan, Ya sekarang saya ini sudah susah. Ditagih juga susah

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah uang tunai, sepeda motor, kartu pers, foto korban, dan surat tugas. Ia menceritakan, kasus ini bermula saat tersangka SH mendatangi korban di tempat kerjanya, Senin (13/8) lalu.

Kepada korban, tersangka menuduhnya berselingkuh dengan seorang pria. Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan foto saat korban bertemu dengan pria selingkuhannya. Selanjutnya, tersangka mengancam kasus perselingkuhan itu akan diberitakan di koran medianya.

Baca: Pria Ini Hidup dan Tinggal dengan Mayat Istri Selama 5 Tahun

"Melihat korban ketakutan akan diberitakan, tersangka menawarkan tidak akan memberitakan kasus perselingkuhan asalkan korban mau membayar uang Rp10 juta," bilang Rentrix.

"Permintaan itu tidak disanggupi korban. Korban hanya menyanggupi permintaan tersangka Rp5 juta saja," jelas Rentrix.

Usai pertemuan itu, tersangka berulang kali menagih janji korban namun tidak ditanggapi. Jengkel dengan sikap korban, tersangka mendatangi kembali sekolah tempat kerja korban.

Baca: Ini Persaingan CPNS 2018 di Provinsi Jambi, Kuota Tiap Kabupaten Kota

Tersangka menyampaikan kepada atasan korban, kalau korban berselingkuh. Selaku atasan, kepala SD tersebut memanggil korban untuk diklarifikasi.

Tak hanya itu, saat bertemu kepala sekolah, tersangka menyampaikan korban mengingkari janji akan membayar Rp 5 juta. Uang itu sebagai pengganti jasanya karena tidak memuat berita perselingkuhan korban.

"Kepsek lalu mempertemukan korban dan tersangka. Saat bertemu, korban merasa keberatan dengan permintaan tersangka. Tersangka lalu menurunkan uang yang diminta menjadi Rp 3 juta," tutur Rentrix.

Baca: Benarkah Karena Permintaan Ibu Tien ini, Soeharto Tak Ikut Diculik di Malam Kelam G 30S PKI?

Baca: Tanda-tanda Soeharto Bakal Gantikan Soekarno Muncul dari Ramalan Pria ini ke Ibu Tien

Usai pertemuan, korban memberikan uang muka Rp 700.000 kepada tersangka. Pasca pertemuan itu, tersangka mengalami ketakutan, resah, malu, dan tidak tenang.

"Tersangka kami jerat dengan pasal pemerasan. Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara," ungkap Rentrix. (*)

Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved