Lahan Diklaim Warga, Pembangunan Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara Ditunda

Pembangunan rumah nelayan di Kecamatan Mendahara terpaksa tertunda, pasalnya lokasi lahan pembangunan rumah nelayan

Lahan Diklaim Warga, Pembangunan Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara Ditunda
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK – Pembangunan rumah nelayan di Kecamatan Mendahara terpaksa tertunda, pasalnya lokasi lahan pembangunan rumah nelayan diklaim salah seorang warga sebagai miliknya. Bahkan sejak Minggu (16/9) lalu, pemilik lahan telah melakukan pendudukan lahan. Sehingga para pekerja enggan bekerja, karena khawatir menimbulkan persoalan baru.

“Para pekerja terpaksa kita liburkan dulu, daripada nanti menimbulkan persoalan baru,” kata Nasir, salah seorang pengawas lapangan pembangunan rumah nelayan, kepada Tribunjambi.com Selasa (18/9).

Baca: Kejaksaan Lakukan Pelimpahan Tahap 2 Kasus Penadah Motor Indri

Bahkan pemilik lahan telah menyodorkan surat kepada pihak rekanan, untuk menghentikan pekerjaan hingga persoalan legalitas lahan menemui kesepakatan bersama. “Dari pada ada kejadian yang tidak diinginkan, lebih baik pekerjaan kita stop sementara waktu, surat juga sudah kita tandatangani, jadi tidak mungkin kita meneruskan pekerjaan,” ujarnya.

Terkait progres pembangunan rumah nelayan sendiri, menurut Nasir pembangunan rumah nelayan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Adapun rumah nelayan itu sendiri ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, artinya masa kerja pembangunan hanya memiliki waktu sekitar dua bulan lagi untuk menyelesaikan pekerjaan.

“Kami harap pihak-pihak terkait dapat segera menyelesaikan persoalan ini,” harapnya.

Terpisah, Sekretaris Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tanjabtim Afriboy Candra mengatakan, permasalahan ini sebenarnya tengah dalam perundingan untuk mencari solusi terbaik.

“Semuanya tengah dilibatkan, dari Pemkab ada pihak Bappeda, Aset, Dinas Perkim sendiri, dan pihak kecamatan serta kelurahan sebagai perpanjangan tangan Pemkab Tanjabtim di lapangan,” kata Boy.

Baca: Penerimaan CPNS Sarolangun 2018, Persyaratan Diumumkan 26 September

Baca: Sarolangun Terima 240 CPNS, Kuota Honorer K2 Hanya 25 Orang

Lokasi pembangunan rumah nelayan itu sendiri dipilih lanjut Boy, pada awalnya karena pemilik lahan dan warga setempat telah menyetujui lokasi tersebut dibangun perumahan nelayan.

“Jika ditengah jalan seperti ini ditemukan persoalan, tentunya akan ada jalan tengah seperti perundingan untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” jelasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved