Api Membakar Lahan Sekitar Pagar Bandara Muara Bungo

Indones mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan tidak sembarangan membuang putung rokok.

Api Membakar Lahan Sekitar Pagar Bandara Muara Bungo
Tribun Jambi/Heri Prihartono
Karhutla di Tebo, Senin (20/8) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dua hari titik api terpantau di Bungo. Pada17 September terpantau dua titik dan 18 September tiga titik.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat dua titik api pada Senin (17/9) itu ada di Pelepat dan di Bathin II, Pelayang.

"Berdasarkan pantauan sensor modis (satelit terra aqua) dan Suomi NPP, tanggal 17 September 2018 dan 18 September 2018 terdapat hot spot dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen," kata Indones, Kepala BPBD Bungo.

Namun, api berhasil dipadamkan petugas yang dibantu warga, Damkar, pihak TNI dan kepolisian.

Pada 18 September 2018, juga terpantau tiga titik panas yang menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan. 

Tiga titik ini terjadi di Kecamatan Sepenggal Lintas sekitar pukul 12.30 wib. Petugas menemukan sekitar satu hektare kebun sawit terbakar di Kelurahan Sungai Tembang. Upaya pemadaman dilakukan manual oleh tim kepolisian dan menunggu bantuan dari petugas BPBD dan Damkar yang kesulitan menuju lokasi karena tak bisa dijangkau kendaraan roda empat.

Selanjutnya, dua titik lagi, di Kecamatan Rimbo Tengah dan sekitar pagar bandara Muara Bungo. Untuk kedua titik ini belum diketahui luas lahan yang terbakar.

Kata Indones, sejauh ini kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diindikasikan pelaku sengaja membakar.

Dirinya juga mengimbau, agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak sembarangan membuang putung rokok di sekitar lahan yang rawan terbakar.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved