Kasus Pembangunan Embung

CV Veros Sempat Sanggah Keputusan Lelang yang Dimenangkan CV Persada Antar Nusa

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan embung di desa Sungai Abang, kecamatan VII Koto, kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian

CV Veros Sempat Sanggah Keputusan Lelang yang Dimenangkan CV Persada Antar Nusa
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Dari kanan: Viky Ernando Harahap, Direktur Cv Veros dan Suhardiman memberikan kesaksian 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan embung di desa Sungai Abang, kecamatan VII Koto, kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015 kembali digelar. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (17/8/18) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Dua di antara saksi yang dihadirkan adalab Viky Ernando Harahap selaku Direktur CV Veros dan Suhardiman.

Dalam keterangannya, Viky mengaku pernah mengikutsertakan perusahaannya dalam lelang proyek pembuatan embung di Sungai Abang, Tebo pada 2015. Namun, kata dia, perusahaannya kalah dalam lelang.

"Waktu itu perusahaan saya nomor dua. Pemenangnya CV Persada Antar Nusa. Tawarannya waktu itu, CV Persada Antar Nusa Rp 1,620 miliar, sedangkan CV Veros Rp 1,656 miliar," dia menjelaskan.

Menanggapi hal itu, dia sempat menyampaikan sanggahan. Namun, CV Persada Antar Nusa tetap dipilih menjadi perusahaan pemenang lelang proyek.

Selanjutnya, Suhardiman dalam kesaksiannya mengatakan, pada 2013 Sarjono pernah meminjam uangnya sebesar Rp 80 juta.

Baca: Belum Sempat Berikan Keterangan Tentang Proyek Embung Sungai Abang, 4 Saksi Kembali Dihadirkan

Baca: Tersedia Ayam Potong Organik Ochicken di Toko 212 Mart, Dijamin Halal dan Sehat

Dalam proyek itu, kata dia, dia dihubungi oleh Jonaita Nasir yang bersedia membayar uang sebesar Rp 80 juta itu dengan syarat mundur dari menyanggah keputusan pokja.

"Junet (Jonaita) menelepon saya. Kemudian saya diminta mundur untuk menyanggah. Junet Bersedia mengembalikan uang 80 juta, setelah uang muka keluar. Setelah itu, saya bilang ke Pak Sarjono, bahwa uang sudah masuk," kata dia.

Dalam keterangannya, dia menyebut beberapa nama. Di antaranya, Kholid, Khairul, dan Wahyudi.

Untuk diketahui, kasus ini menjerat empat terdakwa. Di antaranya, Sarjono sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015. Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).

Baca: Pembelian Tiket Jalan Sehat Tribun Bersama Luwak White Koffie dan Wako Jambi, Membludak

Baca: Masa Kampanye Calon Legislatif 203 Hari , Ini Jadwal dan Aturannya

Baca: Sekda: Hargai Waktu, Disiplin Harus Ditegakkan

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Tanggapi Dakwaan, Tim Penasihat Hukum Madel Cs Bacakan Eksepsi

Baca: Kapolda Jambi Ajak Mahasiswa Unja Melawan Hoaks

Baca: Kumpulkan Kepala Sekolah, Fasha Minta Kepsek Tak Halangi Pemberian Vaksin MR

Baca: VIDEO: Pelantikan Indonesia Off-Road Federation Masa Bakti 2018-2022

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved