Vaksin MR

Kumpulkan Kepala Sekolah, Fasha Minta Kepsek Tak Halangi Pemberian Vaksin MR

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengumpulkan seluruh kepala PAUD, TK, SD dan SMP se-Kota Jambi di rumah dinas Wali Kota Jambi,

Kumpulkan Kepala Sekolah, Fasha Minta Kepsek Tak Halangi Pemberian Vaksin MR
TRIBUN JAMBI/ROHMAYANA

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengumpulkan seluruh kepala PAUD, TK, SD dan SMP se-Kota Jambi di rumah dinas Wali Kota Jambi, Senin (17/9). Tujuannya untuk menyosialisasikan pentingnya penggunaan vaksin MR bagi anak-anak.

Disampaikan Fasha, seluruh kepala sekolah tidak boleh menunda lagi pemberian vaksin tersebut kepada anak didiknya. Sebab, pemberian tersebut hanya sampai September 2018.

Baca: VIDEO: Pelantikan Indonesia Off-Road Federation Masa Bakti 2018-2022

“Makanya hari ini kami mengumpulkan semua kepala sekolah dari PAUD, TK, SD dan SMP agar melaksanakan vaksin ini di sekolah mereka masing masing,” katanya.

Fasha juga mengaku jika ada kepsek yang menolak, maka harus berhadapan langsung dengan dirinya. “Bagi kepala sekolah yang tidak mau atau menolak memberikan vaksin bagi siswa didik mereka, akan berhadapan langsung dengan saya. Biarlah ini jadi urusan saya," ujarnya.

Fasha juga meminta kepada orang tua siswa agar membuat surat pernyataan. Bagi orang tua siswa yang tidak bersedia anaknya di vaksin, maka orang tua tersebut harus membuat surat pernyataan tidak bersedia. Dan jika nantinya suatu saat anaknya terkena penyakit rubella, maka tidak boleh menyalahkan pemerintah.

“Kali ini saya meminta surat agar orang tua yang tidak membolehkan anaknya di vaksin harus membuat surat pernyataan, jika suatu hari nanti anaknya terkana penyakit rubella, maka tidak boleh menyalahkan pemerintah,” katanya.

Baca: Transaksi Narkoba di Sebuah Rumah Kosong di Tungkal Ilir, Asim Diringkus Polisi

Baca: Kinerja BPR Terus Tunjukkan Perbaikan

Sementara itu menurut Ida Yulianti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, disampaikan bahwa pemberian vaksin MR sangat minim dan masih jauh dari target yang ditentukan. Saat ini, pemberian vaksin MR baru sekitar 32 persen. Padahal Pemkot menargetkan 95 persen pemberian vaksin hingga 30 September 2018 mendatang.

“Di Kota Jambi ini pemberian vaksin pergerakannya sangat lambat. Jadi saya ingin agar semuanya bisa dikejar sesuai dengan target karna waktunya hanya sampai akhir September ini,” katanya.

Ida mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 280 sekolah yang ternyata masih belum melaksanakan vaksin MR. Ada yang menunda bahkan ada yang menolak.

“Makanya saya minta dalam waktu dekat harus dijadwal ulang. Akan ada vaksin massal nantinya menjelang akhir September bagi anak yang belum divaksin,” ujarnya.

Baca: Tindaklanjut Edaran Mendagri, Tujuh dari 10 ASN Pemkot segera Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Baca: VIDEO: Viral Zumi Zola Jalan-jalan di Terminal 3 Bandara Cengkareng, Pengacara: Memang Betul

Baca: Ini Cara KPU Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved