Kasus Pembangunan Embung

Belum Sempat Berikan Keterangan Tentang Proyek Embung Sungai Abang, 4 Saksi Kembali Dihadirkan

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan embung di desa Sungai Abang, kecamatan VII Koto, kabupaten Tebo pada Dinas

Belum Sempat Berikan Keterangan Tentang Proyek Embung Sungai Abang, 4 Saksi Kembali Dihadirkan
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Suhardiman, satu-satunya saksi yang baru dihadirkan hari ini bersumpah, sementara saksi lain telah bersumpah minggu lalu 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan embung di desa Sungai Abang, kecamatan VII Koto, kabupaten Tebo pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015 kembali digelar, Senin (17/9/18).

Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Baca: Tersedia Ayam Potong Organik Ochicken di Toko 212 Mart, Dijamin Halal dan Sehat

Dalam kesempatan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi yang belum sempat memberikan kesaksian dalam persidangan sebelumnya. Di antaranya Viky Ernando Harahap, Amir Faisal, Fitria, dan Sudirman. Selain itu, JPU juga menghadirkan saksi Suhardiman yang belum dihadirkan, dan saksi Fatmawati yang keterangannya masih dibutuhkan untuk konfrontir.

Penjelasan saksi dibagi menjadi tiga tahapan. Saksi Amir Faisal dan Fitria memberikan keterangan lebih dulu, yang turut dikonfrontir dengan keterangan saksi Fatmawati. Selanjutnya, JPU menghadirkan saksi Viky Ernando Harahap dan Suhardiman. Terakhir, JPU menghadirkan saksi Sudirman.

Untuk diketahui, kasus ini menjerat empat terdakwa. Di antaranya, Sarjono sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA), Kembar Nainggolan selaku Kabid Pertanian Tebo sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Faisal Utama selaku Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa, dan Jonaita Nasir selaku pemilik proyek.

Baca: Pembelian Tiket Jalan Sehat Tribun Bersama Luwak White Koffie dan Wako Jambi, Membludak

Baca: Masa Kampanye Calon Legislatif 203 Hari , Ini Jadwal dan Aturannya

Keempatnya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana proyek Pengadaan Konstruksi Embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2015. Dari proyek 100 persen, pekerjaannya baru diselesaikan sekitar 80,799%, yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 51 ayat (1) huruf c dan Pasal 89 ayat (4).

Perbuatan keempat terdakwa secara primair diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Sekda: Hargai Waktu, Disiplin Harus Ditegakkan

Baca: Tanggapi Dakwaan, Tim Penasihat Hukum Madel Cs Bacakan Eksepsi

Baca: Kapolda Jambi Ajak Mahasiswa Unja Melawan Hoaks

Secara subsidair, perbuatan keempat terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved