Sejarah Indonesia

Gerilya di Tengah Pertahanan Musuh, Kisah Anggota Kopassus Sendirian Selamat Dihujani Peluru

Mereka ditugaskan untuk masuk ke dalam wilayah pertahanan Belanda dan mengacaukan konsentrasi pasukan Belanda.

Gerilya di Tengah Pertahanan Musuh, Kisah Anggota Kopassus Sendirian Selamat Dihujani Peluru
Ilustrasi Kopassus 

Pada saat fajar menyingsing sekitar pukul 05.30, pesawat mendekati daerah sasaran sekitar l0 kilometer dari kota Kaimana yang terletak pada suatu lembah.

Pertama-tama diterjunkan adalah logistik, baru kemudian satu per satu pasukan keluar dan mendarat di Kampung Urere.

KU II Godipun masih sempat melihat buih-buih berkejaran di pantai Kaimana sebelum bel tanda persiapan untuk terjun, memecah kesunyian subuh itu.

Karena masih gelap, umumnya tidak bisa menebak di mana akan jatuh.
Yang terlihat hanya gundukkan hitam yang ternyata adalah hutan belantara dengan pepohonan menjulang tinggi bagaikan raksasa.

Sampai di sini, malapetaka langsung menimpa mereka.

Hampir semuanya mendarat di puncak-puncak pohon yang tingginya sekitar 50 m.

Situasi ini sedikit menguntungkan bagi yang membawa beban ekstra berat, seperti pembawa radio.

Baca: Kisah Prajurit Kopassus Tertembak di Kaki, 5 Hari Bertahan Hidup di Antara Mayat Temannya

Karena jika langsung mendarat di tanah, kemungkinan cedera sangat tinggi.

Dropping zone ini mereka ketahui sebagai wilayah Kampung Urere yang alias Pasir Putih.

Karena jatuh di atas pohon, banyak di antara anggota mengalami cedera.

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved