Penjelasan Sri Mulyani, Kondisi Perekonomian RI Terkini, Ternyata Terjadi Pergeseran

Sri Mulyani menyebut perubahan secara drastis yang terjadi pada neraca pembayaran di tahun 2018 ini, itu harus diwaspadai.

Penjelasan Sri Mulyani, Kondisi Perekonomian RI Terkini, Ternyata Terjadi Pergeseran
Menteri Sri Mulyani. (KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYO) 

TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan panjang mengenai situasi terkini perekonomian Indonesia melalui laman Facebook-nya.

Dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini jutsru menegalami akselerasi setelah dihadapkan pada tekanan lantaran merosotnya harga komoditas dari 2015 hingga 2016.

Namun saat ini, Indonesia juga dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi yang terus berubah secara cepat.

Perubahan secara drastis yang terjadi pada neraca pembayaran di tahun 2018 ini, menurut dia harus diwaspadai.

Dia menegaskan, ada empat aspek perekonomian yang harus dikelola dalam menjaga stabilitas dan kelanjutan kemajuan perekonomian menghadapi guncangan dunia tersebut.

"Pertama, aspek sektor riil yang ditunjukkan dengan Indikator pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB). Kedua, aspek fiskal, yaitu APBN meliputi penerimaan, belanja negara dan pembiayaan. Ketiga, aspek moneter serta sektor keuangan, dan keempat, aspek Neraca Pembayaran yaitu keseimbangan eksternal antara perekonomian Indonesia dengan dunia," ujar Sri Mulyani dalam laman Facebook-nya, Jumat (14/9/2018).

Baca: China Bakal Kehilangan 100 Juta Orang pada 2020-2035, ke Mana Mereka, Lari ke Indonesia? (1)

Baca: Masih Ingat Potret Selfie 5 Gadis yang Dulu Viral Sebelum Ada Kamera Jahat, Cantik Alami

Baca: Ini Gambaran Syarat untuk Lulusan S1 dan D3, Empat Hari Lagi Pendaftaran

Adapun saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I 2018 berada pada level 5,17 persen, angka tertinggi sejak 2014, dan tingkat pengangguran berada pada posisi 5,13 persen (terendah dalam dua dekade).

Di sisi lain, tingkat kemiskinan juga berada pada posisi 9,8 persen (terendah dalam dua dekade).

Dari sisi fiskal, penerimaan negara di semester I 2018 telah mencapai 44 persen dari target, dengan pertumbuhan penerimaan pajak yang membaik mencapai 14,3 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan di semester I 2017 yaitu 9,6 persen.

Realisasi penyerapan belanja negara sampai akhir Juli 2018 mencapai 44 persen, realisasi tranfer ke daerah dan dana desa sebesar 58,6 persen dari pagu.

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved