Konflik Keluarga Orang Terkaya Singapura Kepencut Profesor, Crazy Rich Asians Banjir Penonton

Adegan demi adegan yang muncul membuat penonton terhenyak. Inilah konflik keluargaorang terkaya Asia.

Konflik Keluarga Orang Terkaya Singapura Kepencut Profesor, Crazy Rich Asians Banjir Penonton
Film Crazy Rich Asiana.(Instagram/crazyrichasians) 

Dari semua ulasan hanya ada dua kritikan negatif.

Sementara itu di situs imdb.com, Crazy Rich Asians mendapatkan rating 7,6/10.

Lebih dari 19 ribu user di imdb.com telah memberikan ulasannya pada Crazy Rich Asians.

Rating yang diperoleh Crazy Rich Asians lebih tinggi dari film The Nun berdasarkan situs Rotten Tomatoes dan imdb.com.

"Ini adalah sebuah dongeng, sepele, namun sekaligus berbobot, yang secara bersamaan menggunakan konvensi komedi romantis sambil mendobrak keluar dari formula bisnis film," tulis Jake Coyle dari Associated Press.

Pujian juga datang dari AO Scott dari The New York Times yang menyebut sebagian film ini memiliki nilai yang bagus.

 
Namun, Alana Mohamed dari Village Voice tak setuju dan menganggap bahwa Crazy Rich Asians seperti karnaval kejenakaan.

4. Hampir langsung menuju Netflix

Jon M Chu mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa meskipun Warner Bros, rumah produksi di balik film Crazy Rich Asians, mengalahkan studio lainnya, Netflix sempat membuat penawaran menarik.

Netflix menawarkan kebebasan artistik, mempersilakan menjadikannya trilogi, dan gaji minimum tujuh digit untuk setiap pemangku kepentingan.

Meski awalnya Chu dan penulis Kevin Kwan tertarik, akhirnya mereka memutuskan film Crazy Rich Asians hanya diputar di bioskop.

"Aku bisa merasakan setiap pengacara menelepon, menggelengkan kepala mereka dan berkata: 'Ugh, para idealis bodoh ini'. Kami memiliki kesempatan untuk pembayaran besar secara instan,"kata Kwan.

"Tapi Jon dan saya sama-sama merasakan tujuan ini. Kami membutuhkan ini untuk menjadi pengalaman sinematik kuno, bukan untuk para penggemar yang duduk di depan TV dan hanya tekan tombol," tambahnya.

"Kami diberi posisi ini untuk membuat keputusan yang tidak dapat dibuat oleh siapa pun, yang menolak gajian besar untuk bertaruh (ke box office) - tetapi diundang ke pesta besar, yaitu orang-orang yang membayar untuk menonton kami," Chu menimpali.

5. Prediksi keuntungan

Film yang didasarkan pada buku terlaris karya penulis Kevin Kwan ini diproyeksikan akan memiliki keuntungan senilai 26 juta dollar AS lebih untuk penayangan lima hari pertama, seperti diberitakan Variety, Senin (10/9/2018).

Publikasi mencatat bahwa angka itu akan menjadi angka yang bagus untuk film yang akan menjadi hit yang hanya memiliki biaya produksi sebesar 30 juta dollar AS.

Memang film ini memiliki makna sejarah yang syarat. Namun, perlu menjadi perhatian juga ini merupakan film 17+. Selain setting tempat yang indah, ada beberapa adegan ciuman yang lebih baik hanya disaksikan orang berusia dewasa.

Penasaran? Segera tonton aja film ini, Anda tak bakal rugi.

Baca: Promo Tiket Pesawat September 2018 - Ke Luar Negeri Cuma Rp 100 Ribuan

Baca: 5 Pemilik Zodiak Ini Miliki Selera Humor Tinggi, Kalian Termasuk?

Baca: Yeslin Wang Blak-blakan pada Hotman Paris Soal Alasannya Cerai dengan Delon

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved