Wabup Berharap Ada Win-win Solution Penyelesaian Konflik Warga dan Perusahaan

Pasalnya, setiap permasalahan yang mencuat akan kembali lagi ke pemerintah daerah untuk menyelesaikan bersama pihak terkait.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Deni Satria Budi
IST
Tim patroli yang terdiri dari Koramil 416-05/Muara Tebo, Polsek Sumay, Manggala Agni, RPK ABT dan tim BPBD Tebo, berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20 Hektare. Lokasi itu di Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Minggu (29/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Wakil Bupati Tebo, Syahlan Arfan, mengakui persoalan konflik yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat menjadi permasalahan yang harus dicari jalan keluar terbaik.

Pasalnya, setiap permasalahan yang mencuat akan kembali lagi ke pemerintah daerah untuk menyelesaikan bersama pihak terkait.

Baca: Kapolres: Penanganan PETI Harus Bersama-sama

Yang jadi persoalan kata Wabup, konflik kehutanan, kabupaten tak punya kewenangan karena masalah tersebut berada di kewenangan tingkat provinsi.

Ia berharap ada win-win solution agar kedua belah pihak mendapat solusi terbaik, satu diantaranya perusahaan mendapat kenyamanan berinvestasi di Kabupaten Tebo.

Baca: Kepala Daerah Jadi Tim Kampanye Jokowi-Maruf

"Kami dari Pemkab siap memfasilitasi dan memediasi sepanjang itu dibolehkan oleh aturan demi kemaslahatan masyarakat kita. Kami dari pihak Kabupaten siap diajak menyelesaikan masalah yang terjadi di daerah kita," kata Syahlan, dalam Sosialisasi Pemetaan Potensi dan Resolusi Konflik dalam pembangunan IUPHHK-HTI PT Lestari Asri Jaya dan PT Wanamukti Wisesa, Kamis (14/9).

Sementara itu, Dandim 0416 Bute Kol Inf Wahyu Hadi Sunaryo mengatakan, setiap konflik perlu dicarikan solusi yang tepat.

Baca: Ridwan Kamil Turut Tanggapi Kisruh Rumah Pak Eko yang Terjepit Rumah Tetangga

Semua elemen mengacu pada hukum dan peraturan yang tertuang. Sehingga perlu dicarikan solusi dengan komunikasi yang tepat.

" Kita berusaha agar tidak ada konflik, dengan usaha yang keras. Caranya kita mengetahui tupoksi dan kewajiban masing-masing, dan tidak mengedepankan ego," jelas Dandim.

Baca: Konflik Antara Koperasi dan Kelompok Tani di Sungai Gelam Capai Kesepatan, Lahan Dibagi Dua

Ia menekankan jajarannya, agar tidak memandang remeh setiap konflik yang terjadi.

"Kita bersinergi, ada kepolisian, danramil, Babinsa dan perusahaan," jelas Dandim.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved