Pengamat Politik Ini Sebut Jokowi-Ma'ruf Amin Harus berhati-hati Lantaran SBY Turun Tangan

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra yang merupakan calon kuat ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga

Pengamat Politik Ini Sebut Jokowi-Ma'ruf Amin Harus berhati-hati Lantaran SBY Turun Tangan
(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra yang merupakan calon kuat ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta diri untuk menjadi juru kampanye bukan hanya menjadi dewan penasihat tim pemenangan.

"Beliau minta jadi juru kampanye," ujar Djoko Santoso kemarin.

Menurut Djoko, Ketua Umum Partai Demokrat itu menginginkan turun ke lapangan memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno. SBY ingin turun kampanye terutama di wilayah Jawa Timur.

"Ya dia ingin di lapangan, mau ini lah, ya penasihat sambil jalan kan bisa. Beliau mau berbuat benar di Jawa Timur," katanya.

Baca: Anthony Ginting Melaju ke Babak Perempat Final Japan Open 2018, Hanya Butuh 47 Menit

Struktur tim pemenangan sendiri menurut Djoko kini masih dalam tahap finalisasi.

Sejumlah nama yang diajukan partai mitra koalisi masih digodok untuk dimasukkan ke dalam sejumlah direktorat tim pemenangan.

Gatot Dikabarkan Gabung PAN

Djoko Santoso juga mengatakan kemungkinan besar mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bergabung dengan PAN.

Bila nantinya Gatot bergabung dengan PAN maka menurutnya akan masuk ke dalam Tim Kampanye Nasional ( TKN) Prabowo-Sandiaga.

"Kalau Gatot gabung PAN, berarti dukung kami di Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga," kata Djoko.

Halaman
1234
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved