CE Sebut Gerakan Pramuka Perekat NKRI

Menurutnya, Gerakan Pramuka Indonesia berasal dari Gerakan Kepanduan yang telah ada sejak masa penjajahan Belanda.

CE Sebut Gerakan Pramuka Perekat NKRI
tribunjambi/wahyu
Peringatan HUT pramuka di Sarolangun 

Laporan wartawan Tribun Jambi, wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Bupati Sarolangun, H Cek Endra, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sarolangun, memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) Pramuka ke 57 Di Bumi Perkemahan Pulau Punti Kecamatan Batin VIII, Rabu (12/9).

Cek Endra yang membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr Adhyaksa Dault, menceritakan sepenggal kisah tentang cikal bakal lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia.

Baca: 7.395 DPT Ganda di Sarolangun, Tersebar di Seluruh Kecamatan

Menurutnya, Gerakan Pramuka Indonesia berasal dari Gerakan Kepanduan yang telah ada sejak masa penjajahan Belanda. Tepatnya pada 1912 dengan nama kelompok, baik berdasarkan nama etnik maupun keagamaan.

"Jadi, sudah 105 tahun eksistensinya di Indonesia. Namun, yang penting untuk dipahami bahwa filosofi dan nilai-nilai kepramukaan digali dari bangsa dan kebudayaan Indonesia, yang bersamaan waktunya dengan berkembangnya gerakan kepanduan dunia yang dirintis oleh Sir Baden Powell di Inggris," jelas Bupati Sarolangun Cek Endra.

Peringatan HUT Pramuka di Sarolangun
Peringatan HUT Pramuka di Sarolangun (tribunjambi/wahyu)

Presiden Soekarno, lanjut Bupati, melihat potensi dan militansi kepanduan yang perlu dipupuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, lanjutnya, Bung Karno menyatukan organisasi-organisasi kepanduan itu menjadi Gerakan Pramuka dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961.

"Gerakan Pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan untuk dapat menjadi perekat bangsa. Presiden Soekarno telah menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 yang berpesan bahwa Gerakan Pramuka berfungsi untuk membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia," ujar Bupati.

Baca: 7 Calon Anggota KPU Kabupaten, Ikut Uji Kelayakan dan Kepatutan. Ini Calon-calonnya

Disamping itu, Bupati Sarolangun mengusung tema Hari Pramuka Ke - 57 tahun 2018, yaitu "Pramuka Perekat NKRI", tentu yang dapat mempersatukan bangsa ini adalah negarawan yang menjadi pemimpin yang amanah.

Hal ini menegaskan bahwa gerakan pramuka tetap konsisten dan fokus untuk mendidik. Karakter kaum muda Indonesia untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI.

Baca: Cara Cek Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pegawai Muda Bank Indonesia, Diumumkan Hari Ini

Gerakan Pramuka telah mencapai usia 57 tahun, jelas merupakan waktu yang tidak pendek untuk membuktikan bahwa gerakan ini telah memberikan kontribusi yang nyata dalam mencetak calon pemimpin bangsa Indonesia. Sampai saat ini semangat itu tidak pernah pudar, dan tidak boleh pudar.

"Kami selalu Bekerja untuk kaum muda, mewariskan yang terbaik bagi bangsa, hal ini mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka tetap konsisten dan fokus dalam mendidik kaum muda berkarakter melalui berbagai kegiatan yang lebih melibatkan kaum muda untuk mewariskan yang terbaik bagi bangsa, utamanya menyiapkan generasi milenial untuk menjadi pemimpin terbaik bagi bangsanya,'" terangnya.

Baca: Bersih dari Narkoba, BNNP Jambi Adakan Test Urine di Jajarannya

Selain itu, Bupati menuturkan, Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dari keluarga dan pendidikan formal di sekolah.
Hal ini mengingat pendidikan formal tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter.

"Sedangkan, peranan keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan oleh orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting. Sementara, persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang sering terjadi dewasa ini," jelas Bupati.

Baca: Masyarakat Muarojambi Diminta Jangan Langsung Percaya Isu Penerimaan CPNS di Muarojambi

Pada apel besar peringatan Hari Pramuka ke-57 di Kabupaten Sarolangun tampak hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati sarolangun H.Hilallatil Badri, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wiralaksana Sik.M.AP, dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved