63 Kasus Rubella Ditemukan di Jambi
Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat sebanyak 63 masyarakat Jambi terkena kasus Rubella.
Penulis: Muuhammad Ferry Fadly | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fadly
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat sebanyak 63 masyarakat Jambi terkena kasus Rubella.
Ini di katakan oleh Kadis Kesehatan Provinsi Jambi Samsiran Halim, ia mengatakan tahun 2018 sampai dengan Agustus pihaknya mencatat sebanyak 63 kasus, "Tidak ada yang menghawatirkan dari Rubela," jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa, untuk kasus rubela, belum ditemukan korban meninggal dunia, "Namun jika rubela menular kepada ibu yang hamil muda, maka terjadi kecacatan terhadap kandungannya," jelasnya.
Vaksinasi rubela ini menurutnya sangat penting diberikan. Karena komplikasi penyakit yang bisa ditimbulkan oleh rubela ini sangat berbahaya.
Rubela merupakan penyakit yang disebabkan virus, dengan gejala yang hampir sama dengan campak. Yang paling berbahaya, jika ibu hamil terkena rubela, maka anak dalam kandungan terancam akan terkena Montreal Rubella Syndrom.
Penyakit ini akan menyebabkan komplikasi penyakit yang berbahaya seperti makro sefalus, "Kalau sudah terkena Montreal Rubella Syndrom, biaya pengobatan akan sangat besar. Karena paling tidak, pasien harus berobat di sejumlah poliklinik berbeda lantaran komplikasi penyakit," ujarnya.
Vaksinasi ini ditujukan bagi anak-anak usia enam bulan hingga 15 tahun. Karena anak-anak rentan terserang virus ini. Anak-anak ini akan menjadi sumber penularan penyakit, termasuk kepada orang dewasa seperti ibu hamil.
Di Jambi, telah dikirimkan vaksin MR ini untuk 900 ribu lebih anak. Vaksinasi sudah mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah sejak 1 Agustu lalu. Vaksin tersebut disediakan oleh Kemenkes RI, yang dibeli dari India.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/imunisasi-batanghari_20180815_102632.jpg)