Terbiasa Dengar Rekannya Tewas, Begini Pengakuan Eks Penambang PETI Lubang Jarum di Merangin

Meski berulangkali menelan korban jiwa, namun sepertinya tak membuat jera para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) lubang jarum

Terbiasa Dengar Rekannya Tewas, Begini Pengakuan Eks Penambang PETI Lubang Jarum di Merangin
Tribun Jambi/Muzakkir
Tim gabungan dan warga di lokasi "lubang jarum" di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Ada 7 orang terjebak di kedalaman 42 meter di bawah tanah saat melakukan penambangan emas tanpa izin (PETI), Selasa (4/8/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski berulangkali menelan korban jiwa, namun sepertinya tak membuat jera para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) lubang jarum 

Pengakuan RK eks penambang Emas Tanpa Izin di Merangin.

Korban jiwa dalam kegiatan ini sudah puluhan orang.

Namun yang mencuat ke publik hanya kejadian besar saja.

Sesama penambang sudah terbiasa mendengar kabar jika ada rekan-rekannya yang meninggal akibat kecelakaan kerja di tambang tersebut.

"Kalau meninggal satu dua orang ini sudah biasa. Kalau korbannya warga sekitar, itu tinggal serahkan sama keluarga. Tapi kalau pekerja dari Jawa itu ada yang dimakamkan di desa setempat. Bahkan ada juga yang dimakamkan tak jauh dari tambang mereka," kata RK.

Baca: Seminggu Hasilkan 2 Kg Emas, Begini Cara Kerja Penambang PETI Lubang Jarum Merangin

Kejadian menggenaskan dan baru mencuat ke publik karena korbannya banyak dan juga ada warga Merangin, jika tidak ada warga Merangin, berkemungkinan besar informasi ini tidak sampai mencuat ke publik.

"Ada yang meninggal ketimpa batu, ada juga yang kepeleset dan terjatuh kedalam lobanglah, ada juga yang keracunan gas bumi. Itu sudah biasa dan sesama pekerja tidak ambil pusing," imbuhnya.

Keracunan gas bumi bisa saja terjadi. Sebab jika tambang tidak punya blower, sangat sulit bagi pekerja di dalam itu untuk bernafas.

"Setiap tambang harus punya blower, blowernya hanya untuk ngasih udara dari atas supaya dingin dan bernafas tidak sesak. Selain itu tambang juga harus punya mesin listrik sendiri," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: muzakkir
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved