Belum Dibayar Pedagang, Sewa Ruko Pasar Keramat Tinggi Jadi Temuan BPK

Saat ini jumlah ruko maupun los yang ada di Pasar Keramat Tinggi berjumlah 600 unit. Terdiri dari kios 400 unit dan los 200 unit.

Belum Dibayar Pedagang, Sewa Ruko Pasar Keramat Tinggi Jadi Temuan BPK
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Pasar Keramat Tinggi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sewa kios pasar Keramat Tinggi menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Jumlah temuan BPK senilai Rp 1,6 milyar.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batanghari (Diskoperindag),  tunggakan sewa kios maupun los yang ada di Pasar Keramat Tinggi, Kecamatan Muara Bulian mencapai Rp1.662.532..880. Tunggakan tersebut terhitung sejak tahun 2003 - 2017.

Baca: Temuan BPK Rp 400 Juta di RS Abun Jani Bangko, Isnedi Minta Direktur Segera Tindaklanjuti

"Memang jadi temuan BPK, jumlah tunggakan mencapai Rp.1,6 milyar lebih. Bukan hanya dari tahun 2018 tetapi dari tahun 2003 lalu," kata Kabid Perdagangan, Suparno.

Saat ini jumlah ruko maupun los yang ada di Pasar Keramat Tinggi berjumlah 600 unit. Terdiri dari kios 400 unit dan los 200 unit.

Baca: Hubungan Kebablasan, Remaja Cantik Usia 14 Tahun di Merangin Hamil dan Melahirkan Tanpa Suami

"Namun dari jumlah tersebut tidak semuanya penuh. Masih banyak yang kosong juga," sebut Suparno.

Pedagang yang menunggak sewa kios maupun los sebanyak 267 pedagang. Dan, hal itu sudah diakui pedagang tersebut dengan membuat surat pernyataan.

"Ratusan pedagang tersebut sudah mengakui dan membuat surat pernyataan hutang (SPH)," jelas Suparno.

Upaya yang dilakukan pihaknya kata Suparno, telah mendata ulang pedagang yang ada untuk dimasukkan pada data base yang ada.

Baca: Dirjen KSDAE Rekomendasikan 7 Anak SAD Masuk SMK Kehutanan

Baca: Jangan Tertipu Kecantikannya! Para Wanita Anggota Pasukan Khusus Ini Terkenal Ganas dan Raja Tega

"Kami juga akan melakukan koordinasi kepada pihak terkait. Inspektorat, Asisten setda Batanghari yang membidangi hal ini dan juga pihak lainnya. Dengan tujuan menindak lanjuti tunggakan ini agar bosan ditagih," katanya.

Selain itu, pihak Diskoperindagkop juga akan melayangkan surat kepada ratusan pihak pedagang yang menunggak.

Baca: Sarolangun Dapat 240 Formasi CPNS

"Isinya terkait pelunasan hutang mereka. Kita berharap bulan ini sudah dibayar. Kalau mereka tidak melunasi bagaimana tindak lanjutinya," jelas Suparno.

Sementara itu, Sudin (40) salah seorang pedagang mengaku belum mendapat informasi terkait pelunasan tunggakan kios yang ditempatinya.

Baca: Hampir Setiap Hari Listrik Padam di Pamenang

"Kalau surat belum kami terima mbak, gimana paling kami bisa cicil bayarnya. Dagangan sepi pembeli mbak," tuturnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved