Dentuman Keras Membahana, Diiringi Robohnya Puluhan Fretelin, Bersama Satu Prajurit Kopassus

Perjuangan Kopassus untuk membela negara Indonesia sepertinya tak akan ada habinya untuk dibahas.

TRIBUNJABAR
Pratu Suparlan, Prajurit Kopassus yang tewas membela negara di Timor Timur 

Sisa pasukan

Sementara itu, sisa pasukan “Unit Suparlan” yang tinggal lima orang, telah menguasai ketinggian di celah bukit.

Melihat gugurnya Pratu Suparlan, dari atas bukit mereka menghujani tembakan kepada kerumunan Fretelin.

Jatuh korban dari kedua belah pihak.

Tak lama kemudian, pasukan bantuan tiba dan segera membantu memukul mundur Fretelin.

Ketika pertempuran yang berlangsung hingga malam itu berhenti, pasukan bantuan menemukan puluhan prajurit yang gugur dari kedua belah pihak.

Di antaranya adalah tujuh orang dari Unit Pratu Suparlan.

Jenazah Pratu Suparlan ditemukan dalam keadaan tidak utuh.

Sedangkan dari pihak Fretelin yang kehilangan 83 orang milisinya, sisanya beberapa ditangkap hidup-hidup.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Ada 238.015 Formasi dan Berikut Rinciannya, Catat

KPLB dan landasan pacu

Keberanian, kecerdasan dan baktinya pada Ibu Pertiwi, membuat negara menganugerahi KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada Prajurit Satu Suparlan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, yaitu Kopda (Anm).

Tanda jasa Bintang Sakti pun diberikan pada Kopda (Anm) Suparlan pada 13 April 1987, melalui Keppres No. 20/ TK/TH. 1987.

Nama Suparlan terpahat di atas batu granit hitam Monumen Seroja, di Kompleks Markas Besar TNI Cilangkap. Namanya diabadikan sebagai nama Lapangan Udara Perintis di Pusdikpasus Batujajar Bandung yang diresmikan Kasad Jendral TNI Edi Sudrajat pada 26 Mei 1991.

Kepada tujuh personel yang gugur dari Unit Suparlan, negara juga menganugerahkan kenaikan pangkat.

Surat ke Kopassandha

Setelah pertempuran sengit yang menewaskan prajurit Suparlan dan ketujuh personel lainnya, komandan Fretilin mengirimkan surat kepada pasukan Kopassandha.

Surat tersebut berisi tentang pernyataan salut mereka atas keberanian dan perlawanan yang dilakukan Prajurit Satu Suparlan (Tulisan ini bersumber dari Majalah Baret Merah Edisi April 2014)

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved