Persulit Masyarakatnya, Bupati Kecewa dengan Kepengurusan SHM di BPN Tanjab Barat

"Saya agak kecewa kinerja BPN yang ada di Tanjabbar sekarang ini. Proses pembuatan sertifikat masyarakat lamban,” ungkapnya belum lama ini.

Persulit Masyarakatnya, Bupati Kecewa dengan Kepengurusan SHM di BPN Tanjab Barat
tribunjambi/darwin sijabat
Bupati Safrial 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah di kantor pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjab Barat, kembali mendapat sorotan. Institusi ini dinilai hanya menerima uang, namun lamban dalam mengurus sertifikat hak atas tanah masyarakat.

Lambannya pengurusan dan proses pembuatan sertifikat tanah yang dikeluarkan BPN bukan tanpa sebab, bahkan laporan ini sudah sampai ke telinga Bupati Tanjab Barat, Ir Safrial.

Baca: Urus Sertifikat Prona di Merangin Bayar Hingga Jutaan. Kepala BPN Merangin Ngaku Kecewa

"Saya agak kecewa kinerja BPN yang ada di Tanjabbar sekarang ini. Proses pembuatan sertifikat masyarakat lamban,” ungkapnya belum lama ini.

Dia menuturkan, seharusnya BPN sebagai instansti vertikal bisa bekerja sama dengan baik dengan pemerintah daerah dalam membangun Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan ini, akan tetapi pada kenyataannya hubungan Pemkab dengan BPN terkesan tidak baik.

"Yang kita inginkan, sekarang ini untuk merobah mainset. Kita ini adalah pelayan, orang ingin membuat sertifikat. Mari kita sama-sama, kades mengeluarkan sporadik tentu BPN harus memproses secepat mungkin dan tentu tidak mengabaikan serta melanggar dari hukum yang berlaku," terangnya.

Baca: Pembangunan Drainase Terkendala Dua SHM

Bupati Safrial membandingkan dengan Kepala BPN sebelumnya, yang ia nilai lebih baik. Dan, ia menilai jika Kepala BPN sekarang ini tidak menunjukkan kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah.

“Besok kalau memang masih seperti ini, konsepkan surat. Saya kirim surat ke menteri untuk diganti saja kepala BPN ini,” tegasnya.

Orang nomor satu di Tanjabbar ini juga mengintstruksikan dan meminta kepada para Kades, agar saat ini jangan ada dahulu mengeluarkan sporadik untuk membuat sertifikat.

Baca: Lepas CJH, Bupati Safrial Titip Doa untuk Tanjung Jabung Barat

“Jadi, biar lah BPN untuk sementara makan gaji buta saja. Tidak perlu kerja dahulu lah. Tolong kasih tau ke kepala BPN, ini perintah Bupati kalau saat ini tidak boleh mengeluarkan sporadik, kalau belum ada komitmen yang baik antara BPN dengan pemerintah daerah. Kita ini diibaratkan ikan dengan air, saling mengisi. Namun kadang-kadang kalau sudah begini risih juga jadinya,” keluhnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Sri Menanti, Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Iwan, mengaku saat melakukan pengurusan surat tanah pihaknya dan anggota kelompok tani buluh perindu sudah mengumpulkan uang dengan alasan pengukuran lahan.

Baca: Ternyata Ini Kendala BPN Merangin Untuk Penerbitan Sertifikat Gratis, Saat Pengukuran Ada Masalah

“Belum lama ini, kami disuruh mengumpulkan uang. Setiap orangnya Rp 100-600 ribu. Katanya untuk uang pengukuran tapi hingga saat ini, petugas yang turun ke lapangan tidak terlihat sedangkan uangnya sudah kita serahkan kepada ketua kelompok,” tuturnya.

Dia berharap kepada Pemkab Tanjab Barat maupun dinas terkait agar dalam pengurusan surat tanah bisa selesai sesuai dengan prosedur yang ada.

Baca: 40 Bidang Tanah Pemda Batanghari Tahun Ini Dalam Proses Pengukuran BPN

Baca: Ustaz Abdul Somad Batalkan Ceramah Karena Dugaan Intimidasi, Ini Kata Sudjiwo Tedjo & Mardani Ali

"Kami minta kepada pejabat dan instansi terkait bisa mendengar keluhan kami, kalau sudah begini kami sebagai masyarakat biasa juga yang rugi, uang sudah disetor tanah belum diukur,” ujarnya

Untuk Konfirmasi kebenarannya, Kepala BPN Tanjab Barat atau yang mewakilinya tidak bisa dihubungi, sampai kunjungan ke empat bersama awak media lainnya selalu disambut dan ditemui oleh petugas keamanan, yang mengatakan Bapak tidak ditempat, bapak keluar, bapak sibuk, bapak tidak ada waktu. (*)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved