Sidang Senin Ini, Dua Terdakwa Penyalahgunaan Dana Desa di Merangin Hadapi Vonis Hakim

Sidang putusan dua terdakwa dugaan kasus penyalahgunaan dana desa Mudo, Kabupaten Merangin, Jambi

Sidang Senin Ini, Dua Terdakwa Penyalahgunaan Dana Desa di Merangin Hadapi Vonis Hakim
tribunjambi/mareza sutan a j
Sidang atas terdakwa Syamlawi selaku kepala desa Mudo dan M Yusuf selaku rekanan. Senin, sidang akan dipimpin majelis hakim yang diketuai Lucas Sahabat Duha dan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang putusan dua terdakwa dugaan kasus penyalahgunaan dana desa Mudo, Kabupaten Merangin, Jambi, akan digelar besok, Senin (3/9/18).

Keduanya adalah Syamlawi selaku kepala desa Mudo dan M Yusuf selaku rekanan. Sidang akan dipimpin majelis hakim yang diketuai Lucas Sahabat Duha dan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Pada persidangan sebelumnya, Kamis (30/8/18), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin, Ari Pratama menanggapi pledoi dari tim Penasihat Hukum (PH). Tim JPU menyatakan tetap pada tuntutan yang mereka sampaikan.

Dalam tuntutannya, pihak JPU menuntut agar majelis hakim mengabulkan dengan hukuman kepada keduanya dengan kurungan penjara selama lima tahun dan denda Rp 200 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka akan diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan.

"Menuntut agar majelis hakim memutus terdakwa dengan hukuman berupa kurungan penjara selama lima tahun dan denda sejumlah Rp 200 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan kurungan selama tiga bulan," jaksa Kejari Merangin, Ari Pratama membacakan tuntutan.

Selain itu, keduanya juga dituntut untuk membayar kerugian negara sebesar Rp 212.799.255 secara tanggung renteng. Apabila uang ganti rugi tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan kurungan penjara selama dua tahun dan enam bulan.

Lebih lanjut, Kasi Pidsus Kejari Merangin, Johan Ciptadi menambahkan, uang ganti rugi kedua terdakwa tersebut dikarenakan keduanya diduga telah melakukan penyalahgunaan dana desa Mudo, sebesar jumlah yang disebutkan.

“Kedua terdakwa juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 212.799.255, secara tanggung renteng atau dibayar bersama-sama oleh kedua terdakwa. Apabila uang pengganti tidak dibayar, akan dikenakan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan," tambahnya.

Sebagai informasi, keduanya didakwa karena diduga menyalahgunakan uang negara untuk kepentingan pribadi.

Hal itu terbukti dari Alokasi Dana Desa yang digunakan untuk pembangunan fisik di mark up hingga menjadi temuan BPK RI. Adapun total kerugian negara sebesar Rp Rp 212.799.255.
Mereka dituntut dengan primair, pasal 2 undang-undang nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman pidana minimal empat tahun.
(cre)

Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved