Jangan Coba-coba Maling, Kalau Tak Mau Seperti Prengki

Jangan coba-coba maling, jika tak mau bernasib sama seperti Prengki Suwito alias Hengki.

Jangan Coba-coba Maling, Kalau Tak Mau Seperti Prengki
Tribun Jambi/Mareza
Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dengan tersangka Prengki Suwito digelar di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (30/8/18). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jangan coba-coba maling, jika tak mau bernasib sama seperti Prengki Suwito alias Hengki. Gara-gara mencoba mengambil ponsel di dalam mobil, dia harus menginap di Polsek.

Kini kasus Prengki berlanjut ke meja hijau. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi digelar di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (30/8/18).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi menghadirkan dua orang saksi, di antaranya Sutiyo Prayitno (29) dan Ismalini (27). Keduanya memberikan kesaksian dalam sidang yang diketuai Arpan Yani.

Menurut keterangan Sutiyo, dia saat itu hendak mengambil ponselnya yang berdering di mobilnya.

"Istri saya (Ismalini) bilang, 'Mas, HP bunyi dak?' Lalu saya mau ambil. Pas mau ambil itu, ada pelaku (terdakwa) ini," kata dia.

Mendapati ponselnya dicuri, Sutiyo langsung mengejar terdakwa yang mencoba melarikan diri dengan sepeda motor yang dikendarai temannya, Joni (DPO). Dia berhasil menarik baju terdakwa dan menjatuhkan terdakwa, namun temannya berhasil lolos.

Ismalini menyampaikan, saat orang-orang teriak maling dan meringkus terdakwa, dia berusaha menyelamatkan ponselnya.

"Waktu itu, orang teriak maling. Saya selamatkan HP dulu," katanya.

Dalam persidangan, ketua majelis hakim, Arpan Yani turut mengingatkan agar lebih waspada.

"Kamu juga salah kalau begitu. Dengan pintu mobil tidak terkunci, jendelanya diturunkan (terbuka), sama saja memancing. Dia dengar suara HP kamu, tinggal dia ambil. Lain kali, hati-hati," katanya di persidangan.

Untuk diketahui, Prengki didakwa karena telah melakukan percobaan pencurian dua buah ponsel di kawasan Jambi Timur, Kota Jambi. Sebelumnya, dia pernah dipenjara dan baru keluar pada Oktober 2017 lalu.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved