Gas Melon Langka, HMI Bangko Tuding Pemerintah Tak Becus Urus Gas

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bangko melakukan aksi demonstrasi.

Gas Melon Langka, HMI Bangko Tuding Pemerintah Tak Becus Urus Gas
Tribun Jambi/Muzakkir
Warga Bangko antrean gas dipangkalan di Kota Bangko 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bangko melakukan aksi demonstrasi, menyusul gas elpiji 3 Kg yang semakin langka di Merangin, Kamis (30/08).

Aksi tersebut dimulai dari sekretariat HMI menuju simpang empat lampu merah depan Kantor Bupati Merangin dan dilanjutkan ke Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Merangin.

Menurut pendemo, pemerintah Kabupaten Merangin tak becus mengurus persoalan gas melon di Merangin. Menurut mereka di tengah perkembangan zaman yang kian pesat ini, masyarakat tidak perlu lagi menderita, apalagi terkait dengan gas.

"Jika kondisi tetap seperti ini, kami minta kepada pejabat terkait untuk mundur dari jabatannya," kata Wahyu perwakilan pendemo.

Dia menilai pejabat Merangin tidak sanggup mengurusi permasalhan gas elpiji yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Selain itu HMI juga meminta kepada pihak terkait untuk memfasilitasi bertemu dengan pihak agen untuk melaporkan hasil temuan mereka terkait pangkalan-pangkalan nakal yang mereka temui.

"Kami juga minta untuk difasilitasi bertemu dengan agen untuk menindak pangkalan-pangkalan nakal yang kami duga melakukan penyimpangan," terang Wahyu.

Sementara itu, Kadis DKUKMPP Merangin Junaidi mengatakan, bahwa dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga gas 3 Kg pihanya sudah bekerja maksimal dalam pengawasan, termasuk mengawasi pangkalan.

"Kami sudah menyurati para agen agar jangan melakukan penimbunan, dan tidak menjual pada masyarakat yang mampu," kata Junaidi.

Selain sudah memberikan himbauan kepada pangkalan nakal, pihaknya sudak mencabut beberapa izin pangkalan nakal dan mengurangi kuota pangkalan yang melanggar aturan jual gas LPG 3 Kg.

Untuk mengatasi kelangkaan ini, pihaknya telah melakukan kegiatan Operasi Pasar (OP) di beberapa tempat, dan itu sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya.

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved