32 Kali Kebakaran, Kerugian di Tebo Mencapai Rp 2,3 M

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tebo mencatat, telah terjadi 32 kali kebakaran sepanjang tahun ini.

Tribun Jambi/Heri Prihartono
Karhutla di Tebo, Senin (20/8) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, TEBO - Kebakaran masih menjadi persoalan di Kabupaten Tebo saat musim kemarau, terutama di lahan pekarangan masyarakat.

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tebo mencatat, telah terjadi 32 kali kebakaran sepanjang tahun ini. Rinciannya di pemukiman 13 kasus, di lahan warga 15 kasus dan di kebun 1 kasus, industri 2 kasus dan lain-lain 1 kasus.

Akibat kejadian tersebut kerugian diperkirakan mencapai Rp 2,3 milyar. Kabid Damkar Hendra Fitra menjelaskan jika laporan tersebut telah disampaikan ke bupati dan instansi terkait guna difasilitasi adanya pertemuan lebih lanjut.

Kebakaran yang terjadi di pemukiman warga dan lahan masyarakat tak lepas dari sejumlah faktor, seperti api yang menyebar akibat membakar sampah, dan membuang puntung rokok tanpa pengawasan lebih jauh.

Sementara di kawasan perumahan tak lepas dari adanya faktor konsleting listrik dan kelalaian pemilik rumah.

Dalam kasus berbeda, yakni kebakaran hutan dan lahan juga rentan terjadi di kabupaten Tebo terutama saat memasuki musim kemarau beberapa waktu lalu.

Bahkan BPBD Kabupaten Tebo telah mengusulkan pendanaan tambahan ke BPBD pusa terkait pencegahan Karhutla. Mengingat status siaga karhutla di Kabupaten Tebo.

Kepala BPBD Hari Sugiarto mengatakan dana dari pusat tersebut tidak boleh tumpang tindih dengan dana dari APBD. Dan akan digunakan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum dikabulkan dari pusat.

Sementara di ABPD murni, BPBD mendapat alokasi Rp 40 juta untuk kegiatan yang bersifat administrasi seperti rapat koordinasi, sementara di APBD-Perubahan juga kembali diajukan.

BPBD Kabupaten Tebo juga mengajukan penambahan peralatan personil di lapangan ke Provinsi. Peralatan tersebut terkait untuk keselamatan petugas di lapangan, peralatan untuk penanganan karhutla dan sebagian untuk penanganan banjir.

Diakuinya jika selama ini peralatan petugas cukup minim, sehingga peralatan tambahan seperti sepatu, masker, helm dan pakian anti api sangat diperlukan petugas.

Penulis: heri prihartono
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved